Digital Journalism: Inovasi atau Mati

0
182

UMS, pabelan-online.com – Digital Journalism menjadi topik yang diangkat pada acara workshop Detikcom Goes to Campus pada Selasa, 3 Maret 2020 di Universitas Sebelas Maret (UNS). Acara ini membahas tentang industri media di era sekarang hingga strategi jurnalistik pada media online.

Perkembangan zaman membuat segala sesuatunya mengalami perubahan, tak terkecuali untuk media. Dahulu, media cetak seperti koran menjadi pegangan wajib untuk orang yang ingin mencari informasi atau berita.

Gagasan itu semakin diperjelas dengan menghadirkan Ardhi Suryadhi, selaku Vice Editor in Chief  Detikcom dan Fuad Fariz sebagai Managing Editor Detikcom pada workshop yang membahas tentang “Digital Journalism” lebih mendalam.

Industri media sekarang ini dituntut untuk bisa memberikan sebuah konten yang menarik, dengan catatan tetap memberikan berita atau sebuah informasi yang tidak click bait. Begitu juga dengan reporternya yang harus bisa bekerja secara multitasking. Hal itu disampaikan langsung oleh Ardhi Suryadhi.

Menurutnya, media harus terus melakukan inovasi dalam membuat konten. “Itu yang menjadi pekerjaan rumah bagi media saat ini, inovasi atau mati,” tambah Ardhi, Selasa (3/3/2020).

Baca JugaAjarkan Strategi Bisnis, IMM Moh. Hatta UMS Gelar Seminar Nasional

Ardhi juga mengatakan, bahwa sebagai media harus sadar dan paham akan kemauan pembacanya. Karena saat ini minat baca seseorang, khususnya generasi milenial terbilang cukup rendah. Dalam menyiasati fakta tersebut, salah satu caranya adalah dengan mengubah suatu berita menjadi visual namun tetap informatif, yakni dengan konten infografis.

Lebih lanjut lagi, Ardhi menjelaskan bagaimana cara agar media terus berinovasi perihal konten yang dibuat. Dalam membuat konten yang harus diperhatikan adalah news value atau nilai suatu berita. Selain itu, kepekaan terhadap segala situasi dan menempatkan diri sebagai orang lain juga berpengaruh terhadap menarik atau tidaknya sebuah konten yang dibuat.

Berhubungan dengan itu, kemudian Ardhi menjelaskan bahwa strategi distribusi juga tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Meskipun peranan digital dapat membuat segala sesuatunya lebih mudah, tetapi strategi distribusi tetap harus dilakukan dengan benar. “Search Engine Optimization (SEO) itu penting untuk penyebaran berita di era digital ini,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Fuad Fariz sebagai Managing Editor Detikcom juga mengatakan, bahwa di era digital saat ini, berita yang dibuat harus menarik dan juga cepat. Tiga kunci penting dalam pembuatan berita menurut Fuad adalah visualisasi, cepat, dan sederhana. “Visual agar menarik, cepat agar peristiwa yang diberitakan belum tertinggal, dan harus sederhana,” ucap Fuad.

Ditemui di tempat yang sama, Yesinta Dewi selaku peserta dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS berpendapat tentang acara tersebut. Ia mengatakan, bahwa dirinya mendapat banyak informasi tentang jurnalistik setelah mengikuti acara itu. “Edukatifnya dapet tapi acaranya kurang dibungkus rapi,” tegas Yesinta ketika ditemui oleh tim pabelan online, Selasa (3/3/2020).

Reporter         : Novali Panji Nugroho

Editor              : Rifqah