Kenali Gejala Kecemasan dan Psikosomatis Akibat Covid-19 Hingga Cara Mengatasinya

0
150

UMS, pabelan-online.com – Pimpinan komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Al-Ghozali Fakultas Psikologi (FP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kolaborasi dengan PK IMM Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dalam menggelar diskusi online yang dilaksanakan pada Minggu, 29 Maret 2020 via grup whatsapp. Diskusi tersebut mengangkat tema yang bertajuk “Pengaruh Covid-19 Pada Kecemasan dan Psikosomatis”.

Cemas adalah perasaan samar-samar yang menjadikan orang mudah merasakan bahaya di masa mendatang, gejalanya meliputi pikiran kosong, gelisah, lelah atau tegang, sulit berkonsentrasi, mudah tersinggung, dan sulit  mengendalikan perasaan.

Secara psikologis, kecemasan termasuk hal yang wajar jika masih dalam intensitas normal karena kecemasan sendiri merupakan tanda peringatan bahwa terdapat bahaya yang sudah dekat dan berguna untuk membangkitkan respon secara tepat.

Gisella Arnis Grafiyana, selaku Dosen Psikologi UMP menjelaskan bahwa kecemasan yang diakibatkan oleh pandemi virus ini merupakan hal yang wajar, karena itu termasuk respon dari rangsangan otak terhadap berita atau informasi. Selain itu, Gisella juga memberikan tips agar kecemasan yang dialami tidak berlebihan.

Yang pertama, batasi diri berselancar di media terkait berita Corona Virus Disease-19 (Covid-19),  menjaga imun dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, olahraga yang cukup, usahakan tubuh terpapar sinar matahari, luangkan waktu untuk relaksasi, dan bersantai dengan melakukan hobi baru yang selama ini belum pernah dilakukan.

“Apabila rasa cemas itu muncul, komunikasikan hal tersebut kepada orang yang dipercaya agar kekhawatiran itu mereda,” imbuhnya ketika mengisi diskusi via grup whatsapp, Minggu (29/3/2020).

Baca JugaKajian SKI FIB UNS: Cara Rasulullah Hadapi Wabah Penyakit

Pemateri kedua, yakni Ajeng Nova Dumpratiwi selaku Dosen FP UMS membahas mengenai gangguan fisik psikosomatis. Psikosomatis muncul karena dipengaruhi kondisi psikis, penyebabnya yakni akibat dari ketegangan psikis yang muncul ketika menghadapi situasi mengancam atau tidak nyaman. Secara fungsi tubuh, tekanan ini akan memerintahkan otak untuk memproduksi hormon di mana akan berefek pada kondisi fisik.

Ciri-ciri yang mudah diketahui dari gangguan tersebut, yakni nyeri, gatal-gatal, pusing, sakit perut, sesak nafas, dan berbagai keluhan lain. Contohnya saat ini, di tengah maraknya pandemi Covid-19 dan ketika membaca berita tentang wabah tersebut, tiba-tiba tenggorokan terasa gatal, kemudian batuk, dan suhu badan naik.

Dari situlah orang-orang mulai berpikiran, mungkin mereka terjangkit Covid-19, padahal bisa saja itu gejala psikosomatis. Salah satu obat yang paling utama untuk mengatasi hal tersebut adalah dimulai dari diri sendiri. “Mulai dari mengendalikan pikiran, emosi, dan sikap untuk tetap terkontrol dalam menghadapi ancaman virus,” ungkapnya ketika mengisi diskusi daring, Minggu (29/3/2020).

Rahmi Windhy Astari, salah satu peserta diskusi daring mengungkapkan, bahwa alasannya mengikuti diskusi karena dirinya mengalami panic buying. Menurutnya, untuk mengatasi hal tersebut bisa dengan cara mengetahui bagaimana mengolah pikiran untuk tetap tenang, salah satunya dengan memahami materi mengenai gejala kecemasan dan psikosomatis.

“Ketika mendapat materi tersebut, kita bisa membuat pikiran kita untuk tetap tenang dan melakukan hal-hal yang positif tentunya,” ungkapnya ketika diwawancarai tim pabelan online via whatsapp, Rabu (8/4/2020).

Rahmi menambahkan, pentingnya mengetahui ilmu kecemasan dan psikomatis tersebut karena bisa membuat lebih tenang dalam mengambil sikap saat menghadapi wabah Covid-19, seperti yang sedang terjadi saat ini.

Reporter         : Secoundio Rabbanisssa Asmoro

Editor              : Rifqah