EKSIS FE Unnes Gelar Diskusi dan Renungan Menyikapi Pandemi

0
346

UMS, pabelan-online.com – Ekonomi Syiar Islam (EKSIS) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar diskusi daring dengan tema “Muhasabah Diri di Tengah Musibah” pada Rabu, 1 April 2020. Diskusi daring ini diharapkan dapat menambah pengetahuan seputar Corona Virus Disease­­-19 (Covid-19) dan bisa dijadikan sebagai renungan diri akibat pandemi Covid-19.

Belakangan ini Covid-19 menjadi isu yang ramai diberitakan hampir di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di Indonesia. Berdasarkan laporan dari World Health Oragnization (WHO), virus ini pertama kali ditemukan pada 31 Desember 2019 lalu di kota Wuhan, China. Penularan Covid-19 yang begitu cepat dibuktikan dengan ditemukannya beberapa kasus yang sama di berbagai negara, sehinga pada 11 Maret 2020 lalu WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemi.

Sebagai bagian dari agen perubahan bangsa, EKSIS FE UNNES tak ingin tertinggal dalam memberikan edukasi kepada mahasiswa umum agar mengetahui lebih dalam perihal Covid-19. Diskusi daring ini turut menghadirkan mahasiswi Profesi Dokter Universitas Diponegoro (UNDIP), Inria Astari Zahra sebagai pemateri.

Diskusi yang berlangsung selama kurun waktu tiga jam ini membahas tentang pengertian Covid-19, gejala dari virus tersebut, proses penyebaran Covid-19, hingga hikmah yang bisa diambil dari musibah yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Pada pembahasan mengenai pengertian Covid-19, Inria selaku pemateri diskusi daring menjelaskan mengenai arti yang sebenarnya mengenai virus corona. Ia mengatakan, bahwa virus corona atau Severe Acute Respiratory Syndrome- Corona Virus-2 (SARS-CoV-2) ialah virus yang menyerang sistem pernapasan. Sedangkan, pengertian dari Covid-19 sendiri adalah penyakit yang disebabkan karena infeksi dari virus corona tersebut.

Kata corona berasal dari bahasa latin yang berarti mahkota. Virus yang menyerupai mahkota ini dapat menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, maupun lansia.  Usia lansia dan mereka yang  memiliki riwayat penyakit menjadi yang paling rentan terinfeksi Covid-19.

Terdapat beberapa gejala yang disebabkan oleh Covid-19, seperti demam tinggi, batuk atau flu, serta sesak nafas. Menurut Inria, penyakit tersebut dapat sembuh sendiri asalkan memiliki tingkat imunitas tubuh yang kuat. “Agar imun tetap terjaga, terus lakukan pola hidup sehat dan banyak mengonsumsi makanan bergizi dan selalu berpikir positif,” tambahnya melalui grup WhatsApp diskusi, Rabu (1/4/2020).

Inria juga mengatakan, bahwa proses penyebaran Covid-19 ini dapat menular melalui dua cara, yakni droplets dan contact. Droplets merupakan air liur yang keluar pada saat seseorang batuk atau sedang berbicara, sedangkan contact penularannya melalui person to person. Ia juga mengatakan, bahwa yang perlu dilakukan oleh orang yang belum terindikasi ialah dengan membatasi kontak dengan sekitar dan membiasakan diri untuk mengenakan masker jika berpergian.

Di akhir diskusi, Inria berkata jika terdapat beberapa hikmah yang dapat diambil akibat dari pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 ini dapat menyadarkan manusia bahwa kekuasaan Allah SWT sifatnya absolut, di mana sebuah virus dapat membuat panik seluruh dunia. Selain itu, Inria juga berpendapat bahwa banyak dari masyarakat yang kini mulai melaksanakan syariat-Nya dengan menerapkan pola hidup sehat.

Baca Juga: Tutup Sementara, UMS Store Tetap Layani Penukaran Voucher Secara Online

Dengan adanya pandemi Covid-19 ini dapat dijadikan sebagai suatu teguran dari Allah SWT untuk manusia. Namun, di sisi lain juga dapat dijadikan ladang untuk selalu bersabar dan bersyukur. Inria berharap agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir, supaya bisa beraktivitas seperti sedia kala.

Dihubungi di lain kesempatan, salah satu peserta diskusi daring yang berasal dari Program Studi (Prodi) Akuntansi FE UNNES, Dyah Sekar Asmara mengatakan mengenai diskusi daring yang berlangsung di grup WhatsApp. Menurutnya, menjaga kesehatan dan tetap mengikuti anjuran dari pemerintah untuk melakukan physical distancing merupakan tindakan yang penting untuk dilakukan.

Ia juga berharap kepada masyarakat untuk tidak menganggap remeh pandemi Covid-19 saat ini, agar penyebarannya dapat dihentikan. “Harus tetap percaya bahwa disetiap kejadian pasti ada hikmahnya,” tutur Dyah kepada tim pabelan online via WhatsApp, Kamis (2/4/2020).

Reporter         : Mulyani Adi Astutiatmaja

Editor             : Novali Panji Nugroho