Pesma UMS Terapkan Sistem Lockdown Selama Solo KLB

0
420

UMS, pabelan-online.com – Selama Solo Kejadian Luar Biasa (KLB), Pesantren Mahasiswa (Pesma) Kiai Haji (KH) Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerapkan sistem lockdown. Hal tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran Corona Virus Disease-19 (Covid-19).

Penerapan sistem lockdown di Pesma awalnya dimulai tanggal 20 Maret sampai 5 April 2020, dimana mahasantri tidak boleh keluar atau masuk Pesma selama dua pekan. Namun, setelah batas lockdown berakhir 5 April 2020, pesma mengeluarkan edaran yang menginformasikan lockdown diperpanjang sampai 19 April 2020.

Saat wawancara via Whatsapp, Muamaroh selaku Direktur Pesma KH Mas Mansur mengatakan, ketika Solo dinyatakan KLB dan masuk zona merah, Pesma mulai menerapkan sistem lockdown yang sudah disiapkan secara matang dan detail.  “Sejak awal kami sudah mengadakan sosialisasi untuk pemberitahuan ini dan sudah dapat izin dari rektorat juga dewan pembina,” ujarnya, Rabu (1/4/2020).

Selama masa lockdown, mahasantri diimbau untuk tidak keluar atau masuk Pesma dengan alasan apapun, menerapkan social distancing, wajib mengikuti pemeriksaan kesehatan suhu badan maupun tensi setiap harinya, dan tetap melaksanakan salat serta mengaji di kamar masing-masing. Di Pesma sendiri juga menyediakan kamar khusus isolasi sekitar delapan sampai sepuluh kamar.

Baca Juga: EKSIS FE Unnes Gelar Diskusi dan Renungan Menyikapi Pandemi

Di akhir wawancara, Muamaroh berpesan untuk mahasantri yang berada di rumah agar tetap stay di rumah saja, sedangkan untuk mahasantri yang masih berada di Pesma dan dalam keadaan sehat dianjurkan untuk pulang, nantinya juga akan diberi surat keterangan sehat. Diharapkan tetap menjaga kesehatan dan melakukan social distancing.

Sukma Dwi Astatuti, salah satu mahasantri yang masih berada di Pesma mendukung sistem yang diterapkan di Pesma, karena mengingat situasi pandemi Covid-19 saat ini. Pesma sendiri juga mencukupi kebutuhan Mahasantri selama lockdown.

“Menurut saya sistem lockdown ini fine-fine saja karena kebutuhan juga sudah dipenuhi, yang biasanya makan dua kali sehari, sekarang jadi sehari tiga kali dan tidak ada biaya tambahan,” ujar Sukma ketika diwawancarai via Whatsapp oleh tim pabelan online, Selasa (31/3/2020).

Reporter         : Anisa Yuliana Pertiwi

Editor              : Rifqah