Perspektif Hukum Islam dan Gender Tentang Lagu Aisyah Istri Rasulullah

0
375

UMS, pabelan-online.com – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Keluarga Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta dan Lembaga Semi Otonom Forum Fatwa Mahasiswa (LSO FATAWA) Fakultas Syariah IAIN Surakarta gelar diskusi online yang bertemakan “Analisis Lagu Aisyah Istri Rasulullah dari Tinjauan Hukum Islam dan Gender”. Diskusi ini berlangsung pada Minggu, 19 April 2020 via grup Whatsapp.

Lagu Aisyah Istri Rasulullah yang sangat popular akhir-akhir ini menuai berbagai respon publik, banyak masyarakat yang merespon lagu ini karena dianggap sebagai angin sejuk di tengah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Tak sedikit orang yang meng-cover lagu ini hingga menjadi trending di Youtube. Namun, dibalik kepopularan itu, nyatanya lagu tersebut juga menuai kontroversi di beberapa kalangan. Oleh karena itu, diskusi online ini diselenggarakan agar orang-orang dapat memahami lagu tersebut dalam perspektif hukum Islam dan gender.

Diskusi yang berlangsung via grup Whatsapp ini menghadirkan dua pembicara, yang pertama Muhammad Arief Hakimi, selaku ketua LSO FATAWA IAIN Surakarta yang membahas dari perspektif hukum Islam. Pembicara kedua, yakni Roudhotul Jannah, selaku ketua HMPS Hukum Keluarga Islam IAIN Surakarta yang membahas dari perspektif gender.

Arief Hakimi secara singkat menuturkan, bahwa lagu tersebut telah menggambarkan fisik Sayyidah Aisyah r.a. yang sangat kurang sopan jika dihadapkan pada beliau sebagai ummahatul mukminin (para ibu orang-orang mukmin –red). “Lirik lagu yang tercantum dalam lagu tersebut dianggap kurang sopan dan merendahkan Sayyidah Aisyah r.a.,” jelasnya di grup Whatsapp diskusi online, Minggu (19/4/2020).

Baca JugaAlami Perubahan, Program PLP II UMS Dilakukan secara Daring

Pemateri kedua, yakni Jannah menjelaskan bahwasanya masyarakat Indonesia cenderung menyukai hal-hal yang berbau romantis dan cenderung mengikuti trend. Namun, kurang mengetahui makna yang terkandung di dalamnya. Jika dilihat dalam perspektif gender, lagu Aisyah Istri Rasulullah ini bisa ditafsirkan berbeda-beda.

Ia menyebutkan bahwa Andi Srak berpendapat dalam opininya, di salah satu portal lagu tersebut mengandung pesan pergerakan gender. Sebaliknya, terdapat pula pihak yang kontra dan berpendapat bahwa lagu tersebut menunjukkan jika Sayyidah Aisyah r.a. hanya didefinisikan sebagai makhluk yang romantis dan lemah lembut. Padahal jika ditelusuri, Sayyidah Aisyah r.a. merupakan sosok yang luar biasa, tidak hanya romantis dan lemah lembut, tetapi juga cerdas, kritis, dan pemberani.

“Hal tersebut yang menjadikan banyak orang seolah-olah melupakan sifat-sifat Sayyidah Aisyah r.a. yang seharusnya diteladani,” tuturnya, Minggu (19/4/2020).

Meski diskusi ini dilaksanakan secara online, para peserta tetap menikmatinya, salah satunya Alding Fatimah. Ia mengatakan, bahwa diskusi ini sangat menarik baginya dan banyak manfaat yang bisa diambil. “Pertanyaan yang bervariasi menambah pengetahuan tentang bagaimana perempuan sendiri dan hal-hal yang berhubungan dengan materi yang disampaikan,” imbuhnya ketika diwawancarai tim Pabelan Online via Whatsapp, Minggu (19/4/2020).

Reporter         : Annisa Yuliana

Editor              : Earleanne Typhano R.