Bahas Peran Persma di Era Digital

0
132

UMS, pabelan-online.com – Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan Workshop Pengelolaan Jurnalistik Mahasiswa secara daring lewat platfrom Google Meet pada Kamis, 25 Juni 2020. Pelaksanaan workshop ini turut menghadirkan dua pembicara yang pernah berkecimpung di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM).

Acara ini mewajibkan untuk seluruh pengurus dan anggota Organisasi Mahasiswa (Ormawa) LPM tingkat Universitas dan Fakultas untuk bergabung dan mengikuti workshop secara daring. Acara ini mengusung tema “Strategi Pengelolaan Penerbitan Mahasiswa Berbasis Teknologi” sebagai topik pembahasan.

Suryadi selaku penyelenggara acara sekaligus Kepala Bagian Minat dan Bakat Mahasiswa (Kabagmawa) UMS mengatakan, bahwa pelaksanaan workshop ini bertujuan untuk mengingatkan kembali budaya menulis mahasiswa yang saat ini dirasa banyak berkurang. Selain itu, juga memiliki tujuan agar LPM dapat meningkatkan manajemen pengelolaan kualitas penerbitan mahasiswa.

Selaku pembicara pertama, Choirul Amin yang pernah menjabat sebagai Pemimpin Umum (PU) LPM Pabelan UMS Periode 2000-2001 membuka pembahasan dengan memaparkan sejarah pasang surut popularitas Pers Mahasiswa (Persma).

Ia menjelaskan, bahwa pada tahun 1950-an Persma mengalami masa subur, kemudian pada tahun 1960-an Persma berada pada kondisi mati suri. Persma mengalami masa keemasan pada tahun 1970 hingga 1990-an. Saat itu eksistensi Persma sangat diakui bahkan disegani oleh kelompok status quo yang antikritik.

Kisaran tahun 2010 hingga sekarang, antusiasme pada praktik jurnalistik kampus agak berkurang. Menurutnya Choirul, hal itu dikarenakan model perkuliahan yang padat, serta terjadinya pergeseran budaya dan gaya hidup mahasiswa.

Dalam mengelola LPM harus dibutuhkan sikap yang kritis namun tetap etis. Ia mengatakan, bahwa pentingnya manajemen dalam mengelola LPM, di mana pada suatu lembaga harus memiliki struktur organisasi yang jelas. Kuncinya ada pada sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki, dengan melakukan perkaderan yang berkualitas secara berkala.

“Namun, karena dana penerbitan diberi oleh kampus, maka ketika hendak mengkritisi kebijakan birokrat kampus timbul dilema antara kritis dan etis,” tambah Choirul, Kamis (25/6/2020).

Ia juga mengatakan, bahwa Persma harus memiliki profesionalitas. Dalam hal ini, Persma harus memiliki tanggung jawab untuk menyajikan kebenaran kepada pembaca. Selain itu, dalam penyajian berita, Persma harus selalu berpegang pada prinsip cover both sides/cover all sides demi menjaga objektivitas.

Baca JugaLakukan Survei Online, LJM UMS: Bantu Kami untuk Lebih Baik

Ikrob Didik Irawan, pembicara kedua yang juga pernah menjabat sebagai Pemimpin Redaksi (Pemred) Koran Pabelan membahas mengenai Persma di era digital saat ini.

Ia mengatakan, bahwa istilah “good news is a good news” lebih relevan pada saat ini. Menurut Didik, tak semua fakta merupakan berita. Ia juga mengungkapkan, bahwa pers sebaiknya mencari berita bukan mencari masalah.

Ikrob menjelaskan, bahwa saat ini masih banyak Persma yang bertransformasi setengah hati untuk melangkah ke era digital. Dibuktikan dengan masih banyaknya Persma yang berkutat pada produk cetak. Ikrob mengatakan, SDM memang di era milenial, tetapi pola pikirnya masih kolonial, di mana ketidakseriusan Persma dalam menyiapkan platform online.

“Saat ini semua sudah eranya digital, maka kuasai teknologi dan punya aset digital. Kalau belum bisa digital lebih baik pergi ke gua saja,” ungkapnya.

Dihubungi via WhatsApp, Tryvenya Regyana Shintya, salah satu perwakilan dari LPM Koneksi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) UMS mengatakan, bahwa secara keseluruhan, workshop tersebut sangat informatif dan seperti memercikkan semangat untuk teman-teman Persma.

Acara ini juga bisa dijadikan sebagai tempat untuk silaturahmi antara teman-teman Persma dan rektorat. Ia menambahkan, bahwa Persma dapat tetap eksis di era digital saat ini dengan mengedepankan etika dan semakin kreatif.

“Semoga dengan adanya workshop ini dapat memacu semangat teman-teman LPM dalam membuat produk jurnalistik yang berkualitas,” harap Venya kepada tim Pabelan Online, Kamis (25/6/2020).

Reporter         : Novali Panji Nugroho

Editor             : Rifqah