Bicara Tentang New Normal Bersama Tirta Mandira

0
165

UMS, pabelan-online.com – Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Kajian Strategi (Kastrad) online dengan tema “Talking About New Normal and Herd Immunity” sebagai pembahasan. Kegiatan ini dilakukan melalui dua platform, yaitu Google Meet dan live streaming Youtube pada Selasa, 30 Juni 2020.

Kajian yang diadakan oleh HMP Fisioterapi UMS ini diikuti oleh kurang lebih 250 peserta. Untuk mendukung tema yang diangkat, kajian ini turut menghadirkan Tirta Mandira sebagai bintang tamu.

Di awal pembahasan, Tirta mengatakan mengenai berita rapid test merupakan bisnis ialah berita yang tidak benar adanya. Menanggapi perihal hasil rapid test yang tidak akurat, ia menjelaskan bahwa tes tersebut merupakan screening yang hanya mengecek reaktif dan nonreaktif terhadap Corona Virus Disease-19 (Covid-19).

Lebih lanjut lagi, Tirta mengungkapkan bahwa proses penelitian vaksin membutuhkan waktu dua tahun. Hal itu dikarenakan vaksin tersebut berukuran 0,1 mikron, sedangkan masker yang biasa digunakan lubangnya berukuran 20 mikron. Perlu melewati tahap yang panjang sampai vaksin tersebut dapat digunakan.

Perihal kapan pandemi ini akan berakhir, menurutnya tidak ada yang mengetahui jawabannya, karena mutasi yang juga cepat. Hal tersebut yang membuat pemerintah memtuskan untuk mengakhiri masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan mengubahnya menjadi new normal. Ia juga berpesan, pentingnya untuk memberikan edukasi di lingkungan sekitar.

Baca Juga: Tuntut Keadilan Kampus, Aliansi Mahasiswa UMS Lakukan Seruan Aksi Kamisan di UMS

“Untuk persiapan mahasiswa apabila akan berkuliah kembali yaitu tetap mengenakan masker, cuci tangan jaga jarak, jaga kesehatan, dan harus ikhlas menerima keadaan,” tambah Tirta, Selasa (30/6/2020).

Dihubungi via WhatsApp, salah satu peserta kajian yang berasal dari Fisioterapi UMS, Shafira Nur Haq menanggapi jalannya kegiatan tersebut. Menurutnysa, kajian tersebut  sangat membantu meskipun hanya berlangsung sekitar 30 menit. Meski demikian, dirinya memaklumi hal tersebut.

“Sudah lebih dari cukup untuk menambah pengetahuan tentang pembahasan Covid-19 maupun virus yang lain,” ungkapnya kepada tim Pabelan Online, Selasa (30/6/2020).

Reporter         : Shaffira Nuur Fauziah

Editor             : Novali Panji Nugroho