Resah

0
149

Sebaris Doa

Suara menggema di suatu ruangan

Begitu samar di telan kegelapan

Rintihan yang seringkali  disertai suara tangisan

Begitu tulus menyayat perasaan

 

Akankah hidupku lebih baik di masa depan?

Hanya sebaris doa yang bisa kuucapkan

Ku harap Allah selalu mendengarkan

Setiap kalimat yang ku lontarkan

 

Perih, sedih yang seringkali kurasakan

Ketika harapan tak bisa menjadi kenyataan

Pahit dan manis sebuah proses kehidupan

Seakan bisa menjadi sebuah pelajaran

 

Ikhtiar dan tawakal yang selalu kulakukan

Membuat keyakinan tumbuh tak mampu dihentikan

Masa itu akan datang membawa kebahagiaan

Yakinlah, waktu itu akan terus berputar di setiap keadaan

 

Hidup ini bukan tipuan,

Tak perlu terlalu dicemaskan

Sungguh semua telah punya garis kehidupan

Sebagai takdir yang sudah ditetapkan

 

 

Cemas

Bulir – bulir air mata muncul tak karuan

Seperti daun – daun yang tengah  berguguran

Sunyi, sepi membuat hati merasa tertekan

Rasa itu acapkali muncul dikala aku sendirian

 

Hening, hanya ada suara jangkrik yang ku dengarkan

Serta lantunan ayat-Nya yang begitu menenangkan

Bergetar menusuk dalam dekapan

Begitu menyentuh dalam lamunan

 

Apakah hidupku bisa merasakan kebahagiaan?

Atau hanya derita yang kerap bermunculan

Aku harap semua akan begitu menyenangkan

Jika di jalani dengan penuh keikhlasan

 

Diri ini seringkali penuh kecemasan

Jika berpikir tentang kehidupan

Yang begitu membuatku khawatir akan masa depan

Akankah sesuai dengan keinginan

 

Hanya doa yang seringkali kulantunkan

Agar harapan dan angan – angan terkabulkan

Karena hidup bukan soal penderitaan

Melainkan proses yang perlu dijalankan

 

Penyair: Lina Yuniati

Mahasiswa Aktif Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)

 

Editor: Rifqah