DPM FIK UMS Buka Pendaftaran Gelombang Kedua Bantuan SPP Mahasiswa Terdampak Covid-19

0
122

UMS, pabelan-online.com – Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membuka pendaftaran gelombang kedua untuk beasiswa pemotongan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) kepada mahasiswa yang terdampak pandemi Covid-19. Bantuan tersebut akan dibuka mulai pada tanggal 24 November – 4 Desember 2020.

Program dari FIK berupa bantuan terdampak Corona Virus Disease-19 (Covid-19) ini merupakan bagian dari kegiatan open donasi yang pernah diadakan sebelumnya. Wijaya Surya, selaku Ketua Umum DPM FIK UMS menuturkan bahwa gerakan tersebut bermula dari inisiatif teman-teman Organisasi Mahasiswa (Ormawa), karena melihat dari bantuan yang diberikan oleh kampus dirasa masih kurang.

Wijaya menuturkan, bahwa bantuan yang diberikan kepada mahasiswa dalam kegiatan ini berupa potongan SPP. Dalam kegiatan ini, DPM FIK bekerjasama dengan pihak Badan Administrasi Keuangan (BAK) untuk memotong SPP mahasiswa penerima bantuan.

“Alhamdulillah kemarin saat open donasi banyak dari dosen-dosen di FIK yang ikut serta,” ujarnya, Kamis (27/11/2020).

Hasil donasi dikumpulkan, kemudian akan disalurkan untuk membantu beberapa mahasiswa yang ekonomi keluarganya terdampak pandemi Covid-19.

Baca JugaBEM FEB UMS: Kenalkan Mahasiswa Baru Pada Organisasi Kampus Lewat Pendidikan Organisasi

Dalam tahap pendaftaran, calon penerima bantuan diharuskan mengisi data-data di formulir yang telah disediakan pada pamflet bantuan tersebut. Selanjutnya, mahasiswa harus memenuhi berkas persyaratan, diantaranya ialah melampirkan surat keterangan tidak menerima beasiswa, Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan data lainnya yang telah tertera.

Lebih lanjut, untuk kriteria khusus yang diajukan adalah mahasiswa tersebut harus benar-benar terdampak secara ekonomi, terutama penghasilan orang tua yang menurun karena pandemi. Wijaya menjelaskan, bahwa di dalam formulir tersebut juga disediakan beberapa pertanyaan mengenai kondisi ekonomi keluarga pasca pandemi, seperti defisit atau tidak terdampak sama sekali.

Terakhir ia menyampaikan, bahwa dalam kegiatan tersebut, ia juga berperan sebagai tim cross check data mahasiswa yang mendaftar program bantuan. Dilakukan cross check ke Program Studi (Prodi) terkait pendaftar, sebelumnya sudah pernah menerima bantuan beasiswa atau belum, karena setiap mahasiswa hanya berhak mendapatkan bantuan sekali saja.

“Harapan saya, semoga kegiatan ini bisa memotivasi temen-temen untuk melakukan kebaikan dan berharap pada tahun selanjutnya bisa diteruskan. Entah dengan kegiatan yang sama atau berbeda,” imbuhnya, Kamis (27/11/2020).

Salah satu mahasiswa jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Anissa Tri Hidayani, menilai kegiatan tersebut cukup membantu dalam hal finansial selama pandemi yang memang kurang stabil. Ia mengatakan, bahwa dalam segi persyaratannya memang diperuntukkan bagi yang kurang mampu.

”Semoga bisa tepat sasaran, baik untuk pendaftarnya maupun nanti untuk hasilnya. Semoga juga makin bermunculan program beasiswa yang lainnya,” harapnya saat diwawancara via WhatsApp, Kamis (27/11/2020).

Anissa menambahkan, jika terkait penyebaran informasi bantuan beasiswa terdampak Covid-19, diakuinya telah disampaikan di grub angkatan jurusannya.

Reporter : Aliffia Khoirinnisa

Editor     : Mulyani Adi Astutiatmaja