Tetap Berkarya dan Bermanfaat di Tengah Pandemi

0
125

Mendapatkan inspirasi bisa dari mana saja, bahkan dari orang-orang sukses di sekitar. Belajar dari kesuksesan orang lain merupakan hal yang biasa dilakukan, terlebih jika orang yang dijadikan sebagai sumber inspirasi memiliki pencapaian yang luar biasa di hidupnya. Mendapatkan pelajaran penting dari kesuksesan orang lain tentu bukan hal yang baru lagi. Sukses adalah hak setiap manusia. Menjadi sukses dan menginspirasi merupakan hal yang bisa dilakukan oleh siapapun selama masih ada kemauan dan  kegigihan dalam usaha.

Adam Fauzi Akbar, mahasiswa semester lima Fakultas Kedokteran (FK), Universitas Brawijaya asal Surakarta ini, lahir pada 11 Februari 1999. Di usianya yang masih muda, ia mampu menjadi panutan atas karya dan kerja kerasnya. Aktivitas yang begitu padat tidak menyurutkan semangatnya untuk terus belajar dan berorganisasi. Selain bergabung dalam Pengurus Harian Nasional Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia, atau BEM Nasional FK, Ia juga banyak mengukir prestasi di kancah nasional.

Seiring berjalannya waktu selama pandemi ini, Fauzi, panggilan akrabnya, juga ingin mengeksplor lebih tentang keterlibatan mahasiswa FK dalam penanganan dan edukasi secara daring mengenai Covid-19.  Selama pandemi ia juga sempat menjadi pembicara di suatu forum mengenai pergerakan mahasiswa pada era revolusi 4.0. Selain itu, ia dan timnya juga lolos Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Dikjen Dikti.

Fauzi menuturkan ada banyak tantangan selama masa sulit pandemi ini. Tetapi itu tidak seharusnya menyurutkan semangat. Menurutnya, menyeimbangkan program akademis dan program organisasi adalah suatu keharusan. Keadaan serba sulit tidak menjadi halangan, tetapi ia jadikan tantangan yang harus dilewati. Seperti yang lain, pada awalnya harus beradaptasi dengan pandemi karena ini adalah kondisi yang baru, begitu pula dengan Fauzi. Kegiatan organisasi semakin padat justru memicunya untuk lebih semangat menyelesaikan tanggungjawab dan berusaha lebih jeli menentukan arah gerak dari tiap keputusan yang ia ambil, baik untuk akademis maupun organisasi.

Pendapat orang lain bukanlah hal yang terpenting, justru mengetahui cara bagaimana bisa menilai diri sendiri itulah yang utama. Saat kita berpikir bahwa kita bisa dan mampu melakukan apa saja, semuanya menjadi mungkin untuk diwujudkan. Optimis adalah pilihan yang tepat setelah merealisasikan kemauan dan usaha. Bagi Fauzi, Kuliah dan berorganisasi harus seimbang, ketika kuliah harus memikirkan kuliah dan ketika berorganisasi harus memikirkan organisasi. Agar tidak ada yang terbengkalai. Kekonsistensian dan kejujuran terhadap apapun yang dikerjakan merupakan kunci penting demi mencapai kesuksesan yang diinginkan.

Keluarga dan teman-teman dekat Fauzi sangat mendukung keaktifannya di berbagai organisasi dan di banyak perlombaan. Tetapi ia juga tidak lupa akan kewajibannya kepada keluarga. Ia tetap mendapatkan hak-hak dan menunaikan kewajiban saat di rumah. Terkadang pilihan orang tua tentang pendidikan bisa menjadi jalan untuk kita meraih sukses dan menemukan passi. Kunci sukses lainnya, menurut Fauzi adalah berani melakukan hal yang diyakini. Terus mengasah kreatifitas, tidak terbawa arus dan berani menjadi berbeda dalam hal-hal positif.

Tentu saja Fauzi pernah mengalami kendala. Di awal ia pernah hampir putus asa saat berusaha menyeimbangkan antara organisasi dan akademik. Ketika keadaan menuntut perkuliahan secara daring dan organisasi yang mencoba bergerak lebih cepat. Saat menyesuaikan dan beradaptasi dengan kondisi ini, akhirnya ia menyadari bahwa tidak ada gunanya berlama-lama terpuruk, Ia tahu harus terus bergerak di keduanya. Harus bisa membedakan mana kewajiban, keharusan dan tuntutan.

Baca Juga:Menengok Posisi dan Peran Politik Mahasiswa

Ia juga menuturkan jika ingin menggali bakat yang ada dalam diri, yang pertama harus dilakukan adalah mencoba. Jangan menyerah walaupun pernah gagal. Selalu mecoba berdialog dengan orang lain juga hal yang baik, dengan begitu kita akan mendapat banyak hal baru. Jangan terlalu ambisius tapi tetap harus fokus. Ya, semua prestasi yang berhasil didapatkan oleh Fauzi bukan tanpa perjuangan.

Kegigihan dan berlatih tanpa henti mengasah kemampuan membuatnya maju. Dia tidak mudah menyerah walaupun telah berkali-kali jatuh, sampai pada akhirnya penantian panjang dan kerja keras berhasil membawanya mengharumkan almamater kampus dan dipandang oleh dunia.

Menurutnya, sukses adalah tentang diri kita sendiri. Ketika kita bisa menentukan target dan indikator yang dicapai. Sesuai kemauan dan kemampuan kita. Pesan dari Adam untuk pemuda agar berkarya. “Dapat menjalani, mendalami dan mengembangkan suatu projek dan apa tujuan kalian untuk hal tersebut. Dan bisa bermanfaat untuk orang banyak di waktu yang akan datang,” ujarnya.

Berani mengambil risiko adalah tindakan yang penting dalam mengawali kesuksesan karier, apabila selalu berada di zona nyaman tidak akan membawa kemajuan. Perbanyak pengalaman, tidak berhenti belajar, selalu mencoba dan melakukan yang terbaik.

Reporter: Dita Fitria Wait

Editor    : Hanif Afifah