
Pabelan-online.com, UMS — Acara Tabligh Akbar yang dilaksanakan pada Minggu (18/10/2026) di gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta) merupakan salah satu acara untuk memperingati Milad Hari Jadi UMS ke-68 yang dihadiri ribuan peserta dan direspon dengan antusias tinggi. Beragam kesan muncul, mulai dari seru, menghibur, dan rasa kantuk yang muncul di sela-sela acara.
Sejak pagi, gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan sudah dipadati oleh ribuan peserta yang terdiri dari Mahasiswa, Dosen, Tenaga Pendidikan hingga Pimpinan Aisyiyah dan Muhammadiyah dari berbagai daerah yang bersemangat mengikuti Tabligh Akbar yang diisi oleh Das’ad Latif.
Das’ad menjelaskan tentang pentingnya makna menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW yang sesungguhnya bukan hanya mengakui Nabi semata, tetapi juga yang mengaplikasikan amalan-amalan yang Nabi ajarkan kepada kita semua.
“Mengaku pengikut Muhammad gampang, saya pengikut Muhammad, gampang. Tapi yang susah, diakui oleh Allah sebagai umat Muhammad. Nah kalau begitu, mari kita lihat bagaimana karakteristik, ciri-ciri, dan martabat orang Muhammadiyah menurut Quran,” ucapnya, Minggu (18/10/2026).
Dia membahas sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial yang membawa keberkahan serta menolak bala tanpa membuat seseorang jatuh miskin. Ia juga mengajak umat Islam untuk mengamalkan nilai-nilai salat dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga amanah, memiliki rasa malu, serta hidup bersih.
“Kalau ada harta dan anak-anak kita sudah mapan, ayo kirim untuk saudara-saudara kita yang lebih membutuhkan. Itulah yang disebut pandai menyikapi harta dan Allah, tidak ada orang bangkrut gara-gara sedekah,” jelasnya.
Selain itu, Das’ad juga menganjurkan untuk memperbanyak salat dhuha guna mendoakan keluarga dan memohon kelancaran rezeki. Ia pun mengingatkan untuk mencari penghasilan yang halal dan menjauhi segala bentuk kecurangan dalam berbisnis, “Khusus urusan dunia, salat dhuha. Saya sudah buktikan kehebatan salat dhuha,” tambahnya.
Pada bagian akhir, ditekankan pentingnya menjaga akhlak dan akidah generasi muda agar tumbuh menjadi penerus bangsa yang membanggakan, “Maka kalau mau anak kita kuat akidahnya, jangan sekolahkan di sekolah yang tidak mengajarkan agama,” ujarnya.
Salah satu peserta, Anqiya Zaki Mushoddiq mengungkapkan ketertarikannya menghadiri acara ini didasari oleh kehadiran Ustadz Das’ad Latif, yang dikenal memiliki gaya ceramah humoris namun penuh motivasi serta pesan mendalam.
“Ustaz Das’ad adalah salah satu tokoh penceramah yang gaya penyampaian nya lucu dan bisa memotivasi para hadirin dengan gaya khas nya itu,” ujar Anqiya, Minggu (18/10/2026).
Anqiya juga menjelaskan mengenai ketertarikan nya kepada tema yang disampaikan yaitu tentang arti Muhammadiyah yang mendalam, ”Ustaz nya tadi membahas tentang arti Muhammadiyah, lalu beliau ini menjelaskan bahwa Muhammadiyah adalah suatu golongan yang mengikuti Nabi Muhammad lalu diperinci lagi, merujuk pada surat Al-Fath ayat 29,” tambahnya.
Della Rahmadhani, salah satu peserta acara Tabligh Akbar sangat antusias dalam mendapatkan wawasan dan informasi terkait Muhammadiyah juga dapat menambah relasi yang lebih luas, ia juga merasa sangat bahagia ketika menghadiri acara, “Seneng banget karena bisa nambah ilmu, ketemu orang-orang yang banyak, dan acara nya seru banget, dan pas dateng ke Edutorium itu bener-bener ga nyangka karena banyak banget orang-orang yg antusias buat ikut di acara ini,” ujar Della, Minggu (18/10/2026).
Hal ini juga dirasakan oleh salah satu peserta lainnya yaitu Muhammad Fitriyanor yang mengungkapkan ketertarikannya karena kajian ini diisi oleh ustaz yang tidak biasa. Menurutnya, ustaz tersebut sangat populer dan memiliki daya tarik yang sangat besar.
“Setelah mengikuti acara, Alhamdulilah saya merasa sangat senang dan tenang juga, karena di samping beliau ini memiliki karakteristik yang unik, beliau juga menyusupi keunikan itu dengan nasihat baik yang menyusup ke dalam hati kita,” ujar Fitriyanor, Minggu (18/10/2026).
Fitriyanor juga berharap agar pelaksanaan acara Tabligh Akbar ke depannya dapat lebih baik lagi dengan meningkatkan jumlah peserta serta pembagian snack kotak untuk seluruh peserta.
Reporter : Mg. Elsa Ardina Febriyanti & Mg. Nayla Inayah
Editor: Fauziah Salma Anfihar





