Puisi
Renjanastamita
Tetesan tirta, menghiasi adimarga vahanaDisaksikan swastamita berlebur bumantaraAtmaku padu dengan senyum sayuPaksi kuyup sayapnya di balik cemara Andai daku mampu menghela rinduBarangkali sukma adinda masih
Ada Aku di Jam Dua Pagi
Secangkir kopi di jam dua pagi Ditemani secercah cahaya di tengah-tengah temaram Ditemani suara dengkuran merpati di seberang jalan Dan dikasihani oleh bintang yang hanya
Negara Anjing
Sudahkah kalian dengar kabar terbaru? Mengenai pemerintah Indonesia yang akan mengakui kedaulatan negara iblis itu? Tangan terbuka mereka menerima dekap dari para pecundang sejarah Sial
Penyair Palsu
Diksi-diksi penuh ilusiDia berucap seolah tak akan memperdayaiMenyeruak bau pahit ucapannya dari ujung kaki sampai ujung kepalaBuruk penciumanku dibuatnyaHampir saja aku mati karena frasa tak










