Telah gugur pahlawanku … Tunai sudah janji bakti … Gugur satu tumbuh seribu … Sayup-sayup senandung lirih itu menelisik ke ...
Kentut Mencintaimu … seperti gumpalan kentut yang memaksa keluar dari belahan di tengah simposium raksasa. Ambivalen. Pernahkah kau membayangkan rasanya dilempari batu-batu yang dibungkus puisi?
Aku sadar pendidikan dan wawasan tak kalah penting bagi perempuan. Seberapa penting? Sepenting asi kolostrum bagi bayi yang baru lahir. *** Semburat jingga mewarnai langit
Tetesan tirta, menghiasi adimarga vahanaDisaksikan swastamita berlebur bumantaraAtmaku padu dengan senyum sayuPaksi kuyup sayapnya di balik cemara Andai daku mampu menghela rinduBarangkali sukma adinda masih
Secangkir kopi di jam dua pagi Ditemani secercah cahaya di tengah-tengah temaram Ditemani suara dengkuran merpati di seberang jalan Dan dikasihani oleh bintang yang hanya




