
Kalau sampai sekarang kamu masih bingung juga mengenai Fakultaria? Tenang, kamu nggak sendirian. Fakultaria sendiri mungkin terdengar asing bagi mahasiswa baru, padahal kegiatan ini sayang banget kalau dilewatkan. Yuk, cari tahu lebih jauh tentang kegiatan Fakultaria ini!
“Sebenarnya Fakultaria ini buat apa sih? Kan, capek banget, udah 5 hari menjalani Masta di Edutorium dan di IMM fakultas masing-masing. Lagian pas Masta IMM juga sudah kenalan sama teman-teman dari fakultas sendiri.”
Sederhananya, Fakultaria merupakan kependekan dari “Fakultas Ceria”, yang diisi dengan rangkaian kegiatan pengenalan fakultas bagi mahasiswa baru. Di Fakultaria, kamu akan diajak keliling kampus, kenalan dengan dosen dan staf, memahami sistem perkuliahan di fakultas, serta mengenal berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang ada.
Nah, bedanya dengan Masta PMB, Fakultaria lebih spesifik mengenalkan tentang lingkup fakultas itu sendiri, karena setiap fakultas punya ciri khasnya masing-masing. Contoh sederhananya adalah ketentuan baju yang dipakai selama Fakultaria, di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), kamu menggunakan baju putih hitam serta sepatu pantofel untuk menggambarkan ciri khas ‘guru’ itu sendiri.
Sedangkan di fakultas lain, menggunakan baju kaos yang harus dibeli dari panitia Fakultaria, menunjukkan kebebasan dalam berpakaian selama berkuliah di fakultas tersebut. Di Fakultas Kedokteran atau Psikologi, misalnya, kemungkinan besar juga beda lagi nantinya. Apalagi di Fakultas Teknik (FT).
“Tapi, Kak, bukannya Expo Universitas sudah cukup?”
Berbeda dengan Expo yang mengenalkan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di lingkup universitas, Fakultaria menawarkan organisasi di lingkup fakultas yang lebih kecil. Karena tidak semua yang ada di lingkup fakultas, juga tersedia di Expo.
Di sisi lain, ada sejumlah program studi (prodi) yang mewajibkan mahasiswanya mengikuti HMP (Himpunan Mahasiswa Prodi), karena jumlah mahasiswa yang terbatas. Serta ada beberapa prodi yang mewajibkan mahasiswanya membeli seragam untuk perkuliahan seperti Fakultas Farmasi atau Keperawatan, sehingga hal-hal tadi akan lebih efektif dan efisien ketika disosialisasikan di awal perkuliahan melalui Fakultaria.
Kamu juga akan berjumpa dengan teman seangkatan dan juga kakak tingkat yang siap kasih informasi tentang fakultas masing-masing. Akan ada banyak hal seru disana, bahkan, kalau sampai cinlok, tanggung risiko, yaa!
Selama fakultaria, mahasiswa baru nggak cuma jadi pendengar pemaparan dari narasumber atau pembicara aja, kok. Banyak kegiatan interaktif di dalamnya, seperti berkeliling gedung fakultas, pengenalan sarana dan prasarana yang ada di fakultas, ada games seru untuk mengakrabkan teman sesama mahasiswa.
“Tapi, penting nggak sih Fakultaria ini? Emang ada manfaatnya kalau ikut?”
Tentu penting, dong! Selain menjadi ajang berkenalan dengan teman seangkatan, kegiatan ini juga membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan kampus. Peralihan dari SMA menuju kuliah pasti banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari sistem belajar, kultur, organisasi, keheterogenan teman dari berbagai provinsi di seluruh penjuru negeri yang berbeda-beda.
Jangan kira kuliah itu bakalan sama dengan SD/SMP/SMA, yaa! Kuliah itu sistemnya beda banget dengan jenjang-jenjang sebelumnya. Dalam hal mengerjakan tugas atau PR, misalnya. Jika dulu guru kalian mengoprak-oprak dulu biar kalian mengerjakan, di kampus, dosen mana peduli soal itu? Mau mengerjakan, bagus. Tidak mengerjakan, ya tinggal tidak dikasih nilai.
Di kampus, kamu akan bertemu dengan banyak tipe-tipe mahasiswa. Ada yang ambis, yang hobi ikut lomba sana-sini, yang sambil kerja, jadi aktivis yang sering demo, yang berani membantah dosen, kuliah-nongki kuliah-nongki, menjadi si bucin, hingga yang lempeng-lempeng saja. Uniknya, mereka semua mempunyai peluang yang sama menjadi wisudawan cumlaude!
Sekarang paham, yaa, kenapa kegiatan ini membuka kesempatan besar untuk memperluas relasi, bahkan bisa menunjang soft skill dan hard skill kamu makin berkembang lewat UKM dan Ormawa. Melatih kebiasaan berdiskusi dalam kelompok, presentasi, dan berbagi pendapat di Fakultaria nggak kalah penting, loh!
Selain asik dan seru, sebelum resmi nyemplung ke dunia perkuliahan, kita menjadi punya banyak bekal buat kuliah nantinya. Mulai dari kenalan baru seangkatan, ikatan yang akrab dengan kakak tingkat, sampai menyapa dosen di jalan pun tidak canggung lagi. Jadi, Fakultaria ini bener-bener bikin kamu merasa kampus itu bukan tempat asing. Kalau sudah selesai, yakin, deh, pasti kangen, bahkan pengen ngulang lagi tahun depan.
“Kak, tapi pas Fakultaria ada perploncoan itu bagaimana, ya, Kak? Terus, katingnya suka teriak-teriak gitu, Kak.”
Waduh, ya sebenarnya itu merupakan bumbu agar Fakultaria lebih berwarna. Cuma, itu berlebihan dan malah mengaburkan esensi dari Fakultaria itu sendiri ya, tentunya. Untuk itu, jika terjadi praktik plonco yang mengandung unsur kekerasan, kamu bisa laporkan ke pihak berwajib seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) atau pun ke Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) jika pihak berwenang tidak menindaklanjuti, ya!
Anggap saja, ini adalah awal perjalanan panjang di dunia kampus. Bukan sekadar orientasi saja, melainkan juga proses dalam beradaptasi dan mengenal diri dan lingkungan kampus. Jadi, manfaatkan kesempatan yang ada, ya! Pengalaman yang kamu dapatkan disini dalam mengembangkan diri, akan berdampak pada kehidupan kuliah kamu di masa depan.






