
Di era serba digital, keamanan data pribadi menjadi hal yang sangat krusial, terutama di lingkungan kampus yang saling terhubung. Penggunaan sistem Single Sign-On (SSO) hingga fasilitas Wireles Fidelity (Wi-Fi) kampus menuntut sivitas akademika UMS lebih waspada terhadap ancaman siber.
Direktur Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi (DSTI) UMS, Bana Handaga memberikan sejumlah langkah pencegahan yang harus di pahami oleh sivitas akademika UMS. Berikut beberapa langkah yang perlu diperhatikan:
1. Hindari penggunaan perangkat lunak bajakan
Perangkat lunak bajakan memiliki risiko tinggi terhadap keamanan sistem. Aplikasi ilegal sering disisipi malware (perangkat lunak berbahaya) yang dapat bekerja secara tersembunyi dan mengirimkan data pengguna tanpa disadari.
Selain membahayakan data pribadi, perangkat yang terinfeksi juga berpotensi dimanfaatkan untuk serangan Distributed Denial of Service (DDoS) yang dapat mengganggu layanan akademik kampus.
2. Bijak menggunakan Wi-Fi
Jaringan Wi-Fi publik, termasuk di area kampus, tetap memiliki celah keamanan. Kampus menyarankan untuk tidak melakukan transaksi keuangan seperti internet banking atau memasukkan data kartu kredit saat terhubung ke jaringan tersebut. Risiko kebocoran dapat meningkat apabila terdapat perangkat lain dalam satu access point yang telah terinfeksi program berbahaya.
3. Amankan akun SSO
Akun SSO merupakan akses utama menuju berbagai layanan akademik. Karena itu, informasi akun tidak boleh dibagikan kepada siapa pun.
Sebagai langkah perlindungan tambahan, aktivasi fitur Multifactor Authentication (MFA) sangat dianjurkan untuk mencegah pembobolan akun, meskipun kata sandi diketahui pihak lain.
4. Gunakan kata sandi yang kuat dan ubah secara berkala
Jangan gunakan kata sandi yang mudah ditebak, seperti tanggal lahir atau kombinasi angka sederhana. Kriteria yang aman menurut rekomendasi adalah:
- Minimal terdiri dari 8 karakter.
- Kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan karakter khusus.
- Lakukan pembaruan secara berkala, setidaknya 3 bulan sekali.
Penggunaan kata sandi yang kuat menjadi pertahanan pertama dalam menjaga keamanan akun.
5. Waspadai modus Phishing dan pembajakan WhatsApp
Kejahatan siber yang marak terjadi di lingkungan UMS adalah pembajakan akun WhatsApp. Umumnya, pelaku menyamar sebagai pemilik akun dan meminta sejumlah uang kepada daftar kontak korban.
Modus ini sering bermula dari tautan phishing yang dikirim melalui media sosial atau situs tidak resmi. Karena itu, kewaspadaan dalam mengeklik tautan menjadi hal yang sangat penting.
6. Langkah darurat saat terindikasi kebocoran data
Apabila pengguna merasa telah mengeklik tautan mencurigakan atau mengalami kebocoran data, segera lakukan beberapa langkah berikut:
- Putus koneksi internet pada perangkat secepat mungkin.
- Segera restart perangkat Anda.
- Log out dari semua aplikasi dan segera ganti password.
- Segera melapor ke petugas jika ada masalah melalui tautan berikut: https://dsti.um3s.ac.id/layanan-aduan/ agar akun bisa segera diperbarui.
Penulis: Nabil Isnan Sutarno
Editor: Aulia Freyaniti Rengganis






