LPM Pabelan

Ilustrasi: Pabelan Online/Athifah Jauharah

Pabelan-online.com, UMS – Sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas (UKM-U) yang menempati lantai empat Griya Mahasiswa (GM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengalami kebocoran atap sejak tahun lalu. UKM yang terdampak antara lain Muhammadiyah English Debating Society (MEDS), Nadiyul Munadzoroh Lillughotil ‘Arobiyyah (Namlah), dan Muhammadiyah University English Course (MUEC).

Salah satu anggota MEDS yang enggan disebut namanya menyebut kebocoran di plafon sekretariatnya sudah terjadi sejak November tahun lalu. Ia mengaku sudah pernah melapor dan mendiskusikan hal tersebut dalam Grup WhatsApp Ketua Umum UKM-U, tetapi belum ada penanganan lanjutan hingga kini. 

“Sampai sekarang memang belum ada penanganan dan sering banget ada genangan air kalau setelah ada hujan,” ungkapnya saat ditemui langsung di sekretariat MEDS, Selasa (18/11/2025).

Rapat evaluasi di Sekretariat MEDS tetap berlangsung meski ruangan tergenang air akibat kebocoran. (18/25) Foto: Pabelan Online/Nafisah Salma

Ia juga menyebutkan bahwa sudah pernah ada anggota yang terpeleset akibat genangan air tersebut. Ia berharap agar masalah ini cepat ditangani karena ia resah dengan banyaknya kebocoran di GM meski usianya belum terlalu lama.

“Kalau dibiarin lama-lama bisa rusak juga plafonnya, dan kebocorannya enggak cuma satu. Apalagi tepat di depan pintu itu rawan bikin kepleset,” harapnya di akhir wawancara. 

Keluhan serupa juga dialami oleh Rais, selaku salah satu anggota UKM NAMLAH. Ia menyadari adanya kebocoran di sekretariatnya sudah terjadi lebih dari setahun yang lalu. Pihaknya juga sudah berupaya melaporkan ke Biro Kemahasiswaan tetapi tidak direspons. 

“Sudah pernah (melaporkan –red) lewat Google Form tapi belum ada tindak lanjut,” ujarnya, melalui WhatsApp, Selasa (18/11/2025).

Laporan tersebut dikonfirmasi oleh Linggar Ardi selaku Menteri Koordinator Dalam Negeri (Mendagri) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMS. Ia mengatakan BEM khususnya bagian dari Organisasi Daerah (Orda) mendapatkan laporan soal fasilitas di GM pada saat Program Kerja (proker) ‘Sapa UKM’. 

“Mulai tanggal 28 Mei beberapa UKM mengeluhkan terkait sekre (kantor –red) bocor itu ada LPM Pabelan, LPM Campus, Bulutangkis, Lembaga Dakwah Mahasiswa dan Pengabdian Masyarakat (LDM-PM) melalui proker sapa UKM,” jelas Linggar melalui pesan WhatsApp, Sabtu (22/11/2025).

Ia menambahkan pihaknya sudah mengambil langkah awal yaitu klasifikasi terkait keluhan fasilitas di GM. Hal tersebut dikoordinasikan dengan Presiden Mahasiswa, Wakil Presiden Mahasiswa, dan Biro BEM untuk dilanjutkan ke pihak kampus agar segera ditindaklanjuti.

“Kita masih mengusahakan agar pihak kampus segera menangani apa yang jadi keluh kesah teman-teman GM,” tambah Linggar.

Muhammad Naufal Fajar selaku Presiden BEM UMS, menuturkan bahwa dirinya sudah menerima laporan terkait kebocoran yang terjadi di GM sebelum audiensi terbuka bersama Bagian Kemahasiswaan (Bagmawa). Ia menjelaskan bahwa pihaknya sudah memberikan beberapa kali laporan terkait kebocoran kepada Biro Aset Universitas (BAU) UMS, tetapi juga tidak mendapat respons. 

“Kami sudah menyusun surat yang isinya beberapa masalah yang ada di griya mahasiswa yang rencananya kami tujukan langsung ke rektorat karena lambatnya respons penanganan yang diberikan oleh pihak terkait,” ujar Naufal, Sabtu (22/11/2025). 

Kepala Direktorat Aset Sarana dan Prasarana (DASP) BAU UMS, Hasyim Asyari, mengaku sudah menerima laporan dari salah satu pembina UKM Bulu Tangkis terkait kebocoran di GM. Dari laporan tersebut Hasyim akan menindaklanjuti lewat rekanan.

“Saya akan mengirim ke rekanan karena masih tanggung jawab dari mereka. Nah mereka akan ngecek (mengecek-red) dan membenahi sebisa mungkin,” ujar Hasyim, Kamis (20/11/2025).

Hasyim menyebutkan kebocoran yang terjadi di GM selama lebih dari satu tahun terjadi karena di bawah material atap UPVC (material polimer keras dan tahan lama yang sering digunakan dalam konstruksi -red) itu diberi glasswool (material insulasi dari serat kaca -red) sebagai peredam panas. 

Lebih lanjut, tuturnya, kesepakatan pembenahan perbaikan akan dilakukan kembali saat musim kemarau dengan menggunakan galvalum (material dari baja ringan –red) yang tidak menggunakan rockwool (material isolasi serat mineral -red) agar tidak terjadi kebocoran lagi dan untuk kedepannya akan ada timeline atau edaran, terkait proses pembenahan karena memerlukan proses yang bertahap. 

“Pihak pelaksana PT Rudi itu sanggup untuk mengganti material atap pakai galvalum. Sehingga kemungkinan akan ada edaran karena kan tidak mungkin dilepas, dipasang. Jadi lepas semua, satu blok baru dipasang, satu blok baru dipasang,” tambah Hasyim. 

Kepala Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) Ahmad Kholid Al Ghofari, mengaku telah menerima laporan dari mahasiswa saat mengajukan proposal dana. Namun, ia belum menerima laporan secara resmi dan mengaku hanya mendapatkan laporan secara verbal dari mahasiswa.

“Laporan kebocoran saya terima kemarin siang secara verbal sewaktu bertemu dengan mahasiswa secara langsung di kantor untuk memberikan proposal pengajuan dana,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (20/11/2025).

Perbaikan dari kebocoran di GM akan segera ditindaklanjuti pihaknya kemudian diajukan permohonan ke platform My Aset. Hal tersebut akan dipantau oleh Direktorat Aset Sarana dan Prasarana (DASP) UMS. 

“DKPTI akan mengajukan permohonan resmi di my aset lengkap tempat dan foto untuk dipantau tindak lanjutnya dari unit Maintenance DASP,” ujar Kholid di akhir wawancara. 

Reporter: Nafisah Salma 

Editor: Ivana Sarah Azaria

Also Read

Tinggalkan komentar