
Genduren adalah acara sederhana yang diselenggarakan sebagai wujud sedekah bumi atau wujud rasa syukur kepada sang pencipta. Di Dusun Nglancing, Desa Watangrejo, Kecamatan Pracimantoro pada Minggu 26 April 2026 kemarin, mereka berkumpul dan saling bertukar makanan.
Namun, genduren ini tidak di hanya sebagai simbol berkumpul dan makan bersama saja, kegiatan ini juga mengingatkan pentingnya menjaga alam terkhusus di kawasan Gunung Sewu. Kawasan itu terkenal dengan bentang alam karst-nya yang sedang di bayang-bayangi proyek tambang batuan gamping dan pabrik semen.

Warga berbondong-bondong membawa makanan yang dibungkus pelepah pisang atau encekan. (26/4)

Warga mengumpulkan encekan menjadi satu untuk dilakukan doa bersama sebelum makan bersama. (26/4)

Setelah berdoa bersama, warga saling bertukar encek untuk makan bersama sebagai wujud rasa syukur kepada sang pencipta. (26/4)

Empat orang warga makan bersama, tampak sederhana makan beralaskan daun pisang dan pelepah pisang. (26/4)

Pertunjukan wayang beber oleh seniman Faris Wibisono, warga tampak antusias menonton wayang yang menceritakan kritik terhadap eksploitasi alam. (26/4)
Fotografer: Aqill Adhitya






