Nur Laila Zulfa

Foto: Tangkapan layar unggahan poster teater.co

Judul: Penerbangan Terakhir 

Tanggal rilis: 15 Januari 2026 

Sutradara: Benny Setiawan 

Genre: Drama, Romantis, Thriller Psikologis. 

Durasi: 111 menit 

Pernah dengar cerita skandal pilot dan pramugari? Atau mungkin, istilah seperti buta cinta? Film ini adalah representasi dari kedua hal itu. 

Film ini bercerita tentang Tiara, seorang pramugari sebuah maskapai yang bertemu kembali dengan seseorang dari masa lalunya, Deva, yang kini menjadi pilot. Pertemuan mereka berlanjut ke kisah asmara manis hingga permainan perasaan yang membutakan Tiara. Dengan segala pahitnya, Tiara berjuang membuka mata dan berusaha kembali ke jalan yang seharusnya. 

Selain dari penampilannya yang tampan, Deva juga menyajikan ucapan dan perbuatan manis kepada banyak targetnya, salah satunya Tiara. Mulai dari ucapan manis, hadiah tanpa sebab, hingga tindakan ekstrem. Ia melakukan itu semua untuk membuat Tiara percaya kepadanya. Teknik ini dikenal sebagai love bombing, yaitu memberikan perhatian dan kasih sayang berlebihan untuk menguasai perasaan seseorang. 

Konflik besar dalam film ini adalah pencitraan media sosial yang dilakukan Nadia. Aksi Nadia dalam film menggambarkan bagaimana kepedulian dan opini netizen menjadi senjata yang sangat kuat, terutama bagi seorang influencer atau content creator. Namun, kekuatan ini tidak sepenuhnya positif. Opini publik dapat memengaruhi persepsi masyarakat dengan cepat bahkan menjatuhkan suatu pihak seperti dalam film.

Sebagai korban manipulasi pada cerita ini, Tiara menunjukkan betapa besar dampak yang harus ia tanggung. Perubahan emosi hingga caranya mengambil keputusan yang ditampilkan dengan baik oleh Nadya Arina, membuat penonton ikut heran sekaligus merasa iba melihat kondisinya. 

Menurutku, alur dan cerita film ini cukup menarik. Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata yang dikemas secara fiksi, sehingga bisa memenuhi kebutuhan romansa dan dramatisasi dari film ini. Beberapa plot twist kecil di tengah film membuat saya tidak habis pikir. 

Pada film Penerbangan Terakhir, sifat manipulatif Deva adalah salah satu hal yang saya soroti karena merupakan salah satu konflik besar pada film ini. Pilot Deva yang saat itu diperankan oleh Jerome Kurnia menunjukkan sikap yang benar-benar manis dan sulit untuk tidak dipercaya. 

Dalam beberapa adegan, film ini juga menunjukkan pemandangan langit dari pesawat yang indah. Adegan romantis yang ditampilkan dengan soundtrack Hanya Kamu dari band Tiket juga memperkuat nuansa cinta. Visual yang cukup membekas bagi saya adalah saat Tiara berjalan sendiri di tengah kota pada malam hari. Keramaian kota yang didistorsi dan pencahayaan yang hangat serta narasi yang dalam seakan-akan menunjukkan kekuatan dalam dirinya. 

Dari sisi pesan moral, Kejadian yang menimpa Tiara merupakan suatu hal yang sangat mungkin terjadi pada perempuan di kehidupan nyata. Tiara seakan dijanjikan surga sambil perlahan dituntun jatuh ke jurang. Tiara terus-terusan dimanfaatkan oleh Pilot Deva tanpa Ia sadari. Sepanjang Film ini, saya merasa kesal dan greget melihat kondisi tersebut. Saya menjadi sadar bahwa perempuan harus lebih sadar dan bisa melawan hal-hal yang akan membawa kerugian untuknya.

Film ini juga memberikan pesan tentang dampak negatif opini publik. Dalam satu dialog, Eva menyampaikan bahwa orang-orang cenderung mendengarkan dan percaya terhadap hal-hal yang hanya mereka mau,meskipun belum tentu benar. Bagian tersebut mengajak penonton untuk lebih kritis dalam menyikapi suatu informasi. 

Salah satu kelebihan film penerbangan terakhir adalah kemampuannya mempermainkan perasaan penonton sekaligus menyampaikan pesan moral dengan rapi. Konflik emosional dan karakterisasi terasa menegangkan, sehingga penonton ikut terbawa perasaan. Para pemeran berhasil menyampaikan pesan dengan sangat baik kepada penonton lewat pemeragaan mereka. 

Namun, film ini memiliki kekurangan. Penggambaran pilot Deva yang manipulatif dan suka bermain perempuan berpotensi membangun stigma negatif terhadap pilot bagi sebagian penonton jika tidak dipahami dengan bijak. Meski begitu, hal ini tidak boleh digeneralisasikan ke seluruh profesi pilot di dunia nyata. 

Secara keseluruhan, film ini cukup menarik dan mengaduk emosi. Cocok untuk kamu yang tertarik dengan kisah cinta kompleks dan pesan moral tentang manipulasi dalam hubungan. Namun, film ini kurang cocok ditonton bersama keluarga atau pasangan karena ada beberapa adegan vulgar serta tema perselingkuhan yang mungkin terasa kurang nyaman. 

Penulis: Nur Laila Zulfa

Penulis

  • Nur Laila Zulfa adalah mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiayah Surakarta dan penulis

    reflektif dengan minat pada isu psikologi, relasi interpersonal, dan dinamika emosi. Tulisannya

    berfokus pada analisis kritis yang hangat dan mudah dipahami.

Also Read

Tinggalkan komentar