LPM Pabelan

Sumber: Liga Indonesia Baru

Pabelan-online.com, UMS – Ancaman degradasi tak cukup kuat untuk mematahkan loyalitas suporter Persis Solo. Di tengah performa yang belum stabil sepanjang musim 2025/2026, ribuan pendukung tetap hadir mendukung langsung saat Persis menghadapi Persija Jakarta pada pekan ke-30 BRI Super League. 

Persis Solo klub kebanggan warga Solo Mengalami gonjang-ganjing di dasar klasmen dalam musim 2025/2026 gelaran BRI Super League. Terakhir pada pekan ke-30 Persis harus menelan kekalahan dari tim ibu kota Persija Jakarta dengan skor 4-0. Meski begitu suporter setia tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu tetap setia mendukung tim kebanggannya, saat melawan Persija Jakarta ribuan suporter Persis Solo datang langsung ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). 

Fajar Junaedi Dosen Ilmu Komunikasi UMS dan UMY sekaligus pengamat sepak bola, menilai kesetiaan suporter Persis Solo didorong oleh identitas kota dan sejarah panjang klub kebanggan warga Solo itu sendiri. Menurutnya, suporter Persis Solo menilai timnya tidak sebatas menang dan kalah tapi simbol kebanggan. 

“Ini juga menjadi kekuatan ke-12 yang membuat pemain tetap semangat meski situasi berat,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (23/4/2026). 

Penulis buku “Merawat Sepakbola Indonesia” itu juga menyoroti manajemen yang mengganti skuat secara massal selain itu persoalan finansial seperti pembayaran sewa stadion yang turut mengganggu fokus pemain di lapangan. “Taktik Milo (pelatih Persis Solo -red) sebenarnya cukup adaptif dan sempat membawa tren 8 Laga yang tak terkalahkan, tapi fondasi manajemen yang goyah membuat taktik itu sulit dieksekusi konsisten,” imbuhnya.

Adonis Akbar Dimjati, Mahasiswa UMS dan pendukung setia Persis Solo mengungkapkan manajemen Persis Solo seharusnya segera mengevaluasi karena menurutnya dua tahun ini Persis Solo bermain di zona degradasi. Tercatat pada musim 2024/2025 Persis Solo mengakhiri musim di peringkat 14, dan musim 2025/2026 pekan ke-30 Persis Solo berada di peringkat 16. 

“Kata kuncinya adalah berbenah dan evaluasi, karena dua musim ini kita berlaga tapi di zona degradasi,” tuturnya, Kamis (30/4/2026).

Meski timnya berada di zona degradasi Akbar tetap setia mendukung Persis Solo, ia mengaku kesetiaannya tidak lahir secara tiba-tiba tapi dipupuk sejak dia masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Akbar mengaku salah satu motivasinya untuk setia mendukung Persis Solo adalah athem “Satu Jiwa” yang berbunyi selalu bersama apa pun yang terjadi.

“Harapannya tentunya musim ini Persis tetap stay di BRI Super League, semoga laga tersisa bisa di sapu bersih.” tutupnya.


Reporter : Adino Abhinaya Rizki Santoso & Azzahratush Sholihah Bulan Intan
Editor : Aulia Freyaniti Rengganis

Also Read

Tinggalkan komentar