Tragedi Kebun Tebu

LPM Pabelan

Dia dan adiknya sedang pergi keluar rumah. Ayah dan ibunya tidak tahu mereka mau kemana. Tetapi seperti biasanya, mereka akan bermain-main mengelilingi lapangan dan bermain

Embun Sang Surya

LPM Pabelan

Langkah demi langkah beriringan meninggalkan jejak di lorong-lorong sekolah yang sepi silih berganti datang dan pergi membawa cita-cita sejak pukul tujuh hingga lima sore, bersama

Tiga Puluh

LPM Pabelan

Telepon itu berdering lagi untuk kesekian kalinya. Setelah kuabaikan sejak deringan pertama itu berbunyi, akhirnya aku tidak tahan dan memutuskan untuk melihat siapa oknum di

Jadilah Temanku

LPM Pabelan

Cahaya mentari mulai memasuki kamar Karina, tetapi sang empu sudah tidak ada di atas kasurnya yang empuk dan nyaman. Remaja yang menginjak kelas sebelas Sekolah