
Pabelan-online.com, UMS – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta, Harun Joko Prayitno memberikan enam masukan kepada pemerintah dalam Milad UMS ke-68 di Edutorium KH. Ahmad Dahlan pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Salah satu di antaranya adalah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sebagai mitra kebijakan.
“PTS bukan musuh. PTS bukan lawan. PTS sebagai mitra pengambilan kebijakan,” tegas Harun di atas podium, Sabtu (24/10/2026).
Enam masukan yang disampaikan Harun antara lain:
- PTS sebagai mitra kebijakan
Menurut Harun, kebijakan baru, termasuk wacana kuliah gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), perlu melibatkan PTS. Ia mengusulkan program pendidikan gratis difokuskan pada tiga hal:
- Beasiswa KIP Kuliah bagi seluruh mahasiswa desil 1 sampai 4 tanpa kecuali. Harun menyebut baru sekitar 200 ribu dari 450 ribu mahasiswa di desil tersebut yang menerima bantuan.
- Beasiswa S2 dan S3 bagi dosen di perguruan tinggi unggul mana pun, di dalam maupun luar negeri.
- Bantuan laboratorium bagi PTS, terutama yang telah memiliki ekosistem riset berdampak dan inovatif.
- Keadilan pendanaan
Harun menyinggung dukungan operasional perguruan tinggi yang berimbang, sebagaimana telah disampaikan wakil menteri sebesar 0,3 persen. Ia juga mendorong agar bantuan operasional bagi PTS dari APBN benar-benar terealisasi pada 2027.
- Kesempatan yang setara
Pemerintah diminta memberi akses yang sama bagi dosen dan mahasiswa PTS dalam hibah, beasiswa, dan studi lanjut.
- Penghargaan bagi PTS bermutu
PTS yang terakreditasi unggul serta memiliki reputasi, ekosistem riset, inovasi, dan jejaring internasional perlu diberi wadah, ruang, dan insentif untuk memperluas layanan sekaligus meningkatkan mutu.
- Biaya, kuota, dan jalur mandiri yang proporsional
Harun meminta biaya, kuota, dan jalur mandiri di PTN maupun PTN Badan Hukum (PTN-BH) dibuat proporsional. Seleksi mahasiswa baru, katanya, semestinya rampung pada Juni tanpa penambahan daya tampung.
- PTN dan PTN-BH fokus pada mutu
Ia mengusulkan agar PTN dan PTN-BH mengutamakan reputasi dunia, bukan kapasitas atau kuantitas. Menurutnya, kampus tidak seharusnya menerima mahasiswa tanpa batas, tetapi berfokus pada kualitas.
Reporter: Muhammad Farhan
Editor: Ifan Maulana Anshori





