LPM Pabelan

Reporter : Novan

UMS-Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FKI)  Universitas Muhammadiyah Surakarta  Sumpah profesi pada Rabu (28/04/2015) di Hotel Dana. Sumpah profesi sendiri merupakan syarat untu kuji kompetensi untuk mendapatkan surat tanda regitrasi dari Kementrian Kesehatan.

Ketua panitia, Sugiono mengungkapkan, acara yang mengusung tema “Sumpah Tenaga Kesehatan Ahli Madya Fisioterapi dan Sarjana Sains Fisioterapi” sudah dikerjakan sejak lima minggu lalu. Sumpah profesi dilakukan pada setiap angkatan mahasiswa fisioterapi setelah lulus kuliah. “Ini rutin dilakukan setiap kelulusan mahasiswa fisioterapi khusus untuk D3 dan D4, tahun ini ada 79 Ahli Madya dan 8 Sarjana Sains. Tapi karena D4 sudah dihilangkan, jadi ini sumpah fisioterapi D4 yang terakhir,” ujarnya, Rabu (28/04/2015).

Sugiono mengaku tidak mendapat banyak kendala yang berarti selama mengadakan acara. Ia sendiri mengeluhkan tentang susahnya mengumpulkan wisudawan yang sudah kerja. Hal ini dikarenakan sulitnya mendapatkan ijin dari tempat kerja.“Untuk pelaksanaanya dulu, kita fokus di UMS, tetapi karena gedung Auditorium dipakai jadi kita berinisiatif ke Hotel Dana,” terangnya.

Punky Widayanti K, sebagai lulusan terbaik tahun ini merasa bangga karena selain bias menjadi lulusan Fisioterapi yang menjadi harapannya, akan tetapi juga dapat menjadi terbaik dengan perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,69 tahunini. Menurutnya, kendala terbesar bagi capaiannya selama ini adalah rasa malas untuk belajar.”Kerena di fisioterapi kaya anatomi dan lain-lain, jadi bisa-bisa saja melawan rasa malas,” pesannya (28/4/2015)

Pungky berharap agar fisioterapi dapat menjadi lebih maju dari sebelumnya sehingga mampu menghadapi persaingan di Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Ia menambahkan, hal terpenting lainnya adalah bahasa yang dipakai agar mudah untuk berkomunikasi. ”Yang penting sih bahasa dan intelektualnya ditingkatkan lagi,” harapnya.

Editor : [AMF/PWDR]

Foto : Afril

Also Read

Tags