
Pada suatu hari yang ragu Puisi mempertemukan aku dengan kau Ke sebuah titik yang tidak lagi dapat dilalui “Apakah kau ...
Ribuan kata menggambarkan semesta Indah bintang menyelimut kabut malam mencinta Embun tak lagi memikat mata Guguran daun mati menggerang nyawa Kepada nestapa, ku bertanya
Aksara Dengan aksara kugambar indahmu Kutuliskan manis tuturmu Kuceritakan ayu matamu Begitu indah senyummu Izinkan kusimpan dirimu sebagai aksara Di mana duniaku berada di dalamnya
Perempuan itu Aku Aku berdiri, seorang diri Di kegelapan malam, hanya dengan sebuah lampu jalanan Seorang perempuan berjalan mendekatiku, Ia berbicara kepadaku “Sepertinya aku telah
Kepadamu Bulan cantik malam ini, ia menenggerkan pertanyaan sesekali kepadaku Apa keindahan yang kau senangi? Salah satu tanyanya kepadaku Aku menjawabnya Bersamamu, suara gemuruh hujan




