Orang-orang yang bolak-balik menuju dan dari Jakarta, menjadi penyumbang besar kemacetan. Di antara mereka, lebih dari separuhnya memakai kendaraan pribadi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) saat ini masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia. Kondisi jalan raya yang padat kendaraan meningkatkan risiko keselamatan jika tidak diimbangi kewaspadaan pengendara. Menurut data dari Badan Pusat Statistik, jumlah korban kecelakaan lalu lintas di Indonesia sejak 2020–2024 telah mencapai 645.845 orang, dengan tren peningkatan setiap tahunnya.

Berkendara dengan aman membutuhkan persiapan fisik yang baik, pengecekan kendaraan secara rutin, dan kewaspadaan ekstra di jalan. Berikut adalah panduan keselamatan yang bisa diterapkan:

Gunakan Perlengkapan Berkendara yang Tepat

Selalu kenakan helm dengan standar keamanan yang baik (SNI/DOT), jaket pelindung yang tahan angin, sarung tangan, dan sepatu tertutup. Perlengkapan ini sangat krusial, terlebih saat melintasi jalur antarkota atau area lanskap terbuka yang rawan angin kencang dan debu.

Lakukan Pengecekan Rutin (T-CLOCS)

Sebelum berangkat, biasakan memeriksa kondisi Tires (ban dan tekanan angin), Controls (rem dan tuas), Lights (lampu depan, belakang, dan sein), Oil (kadar oli dan cairan), Chassis (rantai atau sabuk penggerak), dan Stands (standar motor).

Terapkan Defensive Riding

Selalu posisikan diri agar mudah terlihat oleh pengemudi lain dan hindari berada di area blind spot (titik buta) kendaraan besar. Asumsikan pengemudi lain mungkin melakukan manuver mendadak sehingga Anda selalu siap bereaksi.

Jaga Jarak Aman

Gunakan aturan jarak tiga detik dengan kendaraan di depan. Jarak ini memberikan waktu dan ruang yang cukup untuk mengerem secara bertahap jika arus lalu lintas tiba-tiba berhenti.

Sesuaikan Kecepatan dengan Medan dan Cuaca

Saat melewati rute pegunungan, jalan pedesaan, atau saat hujan turun, aspal bisa menjadi sangat licin. Kurangi kecepatan, hindari pengereman keras yang mendadak, dan pastikan pandangan ke depan tidak terhalang.

Manajemen Kelelahan

Jika menempuh perjalanan jarak jauh melintasi berbagai kota, fokus dan refleks tubuh akan menurun seiring waktu. Berhentilah untuk beristirahat dan meregangkan otot setidaknya setiap dua jam sekali.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, diharapkan risiko kecelakaan lalu lintas dapat ditekan, terutama saat kondisi jalan sedang padat.

Penulis: Aditya Purnama Putra

Penulis

  • Aditya Purnama Putra

    Kuliah S1 Ilmu Hukum, bergabung di LPM Pabelan sejak 2025. Kini menjabat sebagai Manajer Diskusi 2025.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar