
Pabelan-online.com, UMS – Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MP) kembali menyelenggarakan Kongres Keluarga Besar Mahasiswa (KAMA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Pada Selasa, 18 Mei 2026 setelah di-pending karena kuorum tak terpenuhi. Kongres sampai pada tahap pengesahan draf agenda dan membahas serta mengesahkan tata tertib kongres.
Ketua MPM Sela Fika Salsabilah sempat menawarkan kepada forum ihwal pembahasan akan sampai pada tata tertib kongres atau dilanjutkan menuju agenda selanjutnya, yaitu pembahasan dan pengesahan syarat pencalonan Presiden dan Wakil Presiden mahasiswa UMS. “Saya kembalikan ke musyawirin” ucapnya dalam forum, Senin (18/5/2026).
Naufal Aulia Darojat selaku Calon Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas mengajukan order untuk tetap melanjutkan pembahasan dikarenakan menurutnya, draf pencalonan dan syarat Presiden dan Wakil Presiden UMS tidak terlalu banyak.
“Setidak-tidaknya dengan isi draf yang memang tidak terlalu banyak dan dirasa ini masih bisa dibahas dalam waktu yang cukup atau dikatakan dengan waktu yang singkat,” ungkapnya, Senin (18/5/2026).
Namun, order tersebut disanggah oleh Arif Ginanjar selaku Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Ia menganggap bahwa melanjutkan ke agenda selanjutnya tersebut merupakan tindakan yang buru-buru. Ia pun mengorder pending hingga Selasa (19/5/2025) pukul 18.00 WIB.
Alasannya, mengingat perwakilan dari BEM Fakultas yang hadir hanya 3 dari 12 fakultas yang ada dan menimbang saat pembukaan forum bahwa pertemuan hari pertama hanya untuk membahas draf tata tertib kongres.
“Jadi kalau menurutku ini nanti kita lanjutkan, nanti juga ada justifikasi bahwasannya kongres ini diadakan secara tergesa-gesa. Jadi untuk menanggulangi hal-hal terjadinya polemik-polemik lagi agar kongres ini juga bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Eky Muammar selaku Ketua Dewan Perwakilan Mahasiwa (DPM) turut menimpali Ginanjar bahwasanya jika memang ditunda sampai besok, maka untuk semua pihak bisa bersama-sama serius dalam menanggapi hal ini. Ia juga menyatakan kurang setuju dengan penyataan Ginanjar.
“Karena ini persoalan kongres sudah sangat jauh-jauh hari itu kita lakukan,” ungkapnya, Senin (18/5/2026).
Naufal pun kembali menanggapi dan mengajukan order kembali agar kongres dapat di-pending hingga hari Rabu (20/5/2026) dengan rasionalisasi agar tidak terlalu cepat dan tidak tergesa-gesa agar musyawirin dapat mengakomodir dan mempersiapkan kongres.
Sebelum dimulai, kongres sempat berpindah tempat, yang seharusnya berada di ruangan JSeminar Fakultas Komunikasi dan Infomatika (FKI), berpindah ke area gedung baru, yaitu Gedung G.
Eky Muammar, menjelaskan bahwa pihak TU sebelumnya telah memberi arahan untuk mengambil kunci ruangan JSem di satpam, namun, hingga kongres akan berlangsung, rupanya kunci tersebut belum diserahkan kepada satpam yang bertugas.
“Pinjam proyektor dan sebagainya، dapat, langsung ke sini (Gedung G -red). Kemudian pas kita mulai, ternyata baru dikonfirmasi sama TU (kunci sudah tersedia -red),” ujarnya saat diwawancarai pascakongres, Senin (19/5/2026).
Eky juga menyebut permasalahan kongres kali ini hanya terletak pada ruangan saja, “Betul, di ruangan itu aja,” jawabnya saat dikonfirmasi oleh reporter pabelan-online.com.
Ia optimis bahwa kongres ini akan berhasil. Menurutnya, Gubernur BEM sudah mau sama-sama melanjutkan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden baru. Ia juga berharap, bahwa kongres di hari Rabu nanti akan menjadi semakin membaik dan benar-benar terjalan. “Ya, intinya apapun yang terjadi, harus jadi di hari Rabu. Optimis sekali. 100%. Gak ada minus-minusnya,” tegasnya.
Reporter: Muhammad Isa Faqihuddin
Editor: Fauziah Salma Anfihar







