LPM Pabelan

Meme: Pabelan Online/Sean

Pabelan -online.com, UMS – Sejumlah akun Instagram organ Universitas Muhammadiyah surakarta (UMS) seperti @dirmawa.ums, @acec_ums, dan @lp3aums menghilang sejak dua pekan lalu. Meski terdapat spekulasi, penyebab pasti hilangnya akun-akun tersebut masih belum diketahui.

@dirmawa.ums adalah akun Instagram resmi milik Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI). Kemudian @acec_ums adalah akun Instagram milik Alumni Career and Employment Center (ACEC). Sementara @lp3aums merupakan Instagram Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A).

Salah satu staf di DKPTI yang mengaku sebagai Daffa (bukan nama sebenarnya), mengatakan akun itu hanya dipegang oleh empat orang sehingga tidak bisa sembarangan masuk akun. Log-in akun tersebut juga hanya dapat dilakukan di perangkat tertentu. Daffa menduga bahwa akun @dirmawa.ums terkena report. 

“Pernah ada notifikasi upaya log-in di area Makassar, tapi gak tau,” ujar Daffa melalui pesan suara WhatsApp, Rabu (12/11/2025).

Menurutnya, pihak DKPTI sudah mengajukan banding ke Meta (perusahaan indukan Instagram), tetapi hasilnya ditolak. Akhirnya, DKPTI memutuskan untuk membuat akun baru karena sudah mendekati acara Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia Exposition (KMI Expo), Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), dan acara kemahasiswaan lainnya. Daffa menyesalkan kejadian tersebut terjadi di saat DKPTI tengah dipadati oleh berbagai kegiatan.

“Kami memutuskan bikin Instagram baru buat keperluan-keperluan itu,” jelasnya.

Kepala DKPTI Ahmad Kholid Alghofari mengaku sudah mendapat laporan ihwal ketiga akun tersebut dan merasa dirugikan atas kejadian itu. Meski demikian, ia belum mengetahui penyebab pasti dibalik hilangnya akun-akun Instagram itu.

“Saya malah nggak tahu kalau itu prosesnya. Apakah karena di-report atau apa itu sistemis,” kata Kholid, Rabu (12/11/2025).

Kholid juga mengonfirmasi, DKPTI sempat mendapat surel notifikasi autentifikasi. Namun, anehnya, kata Kholid, notifikasi tersebut bukan dari surel resmi Instagram, ia pun menduga adanya tindakan phising (modus untuk melakukan peretasan -red).

“Tapi karena itu bukan akun personal, pasti ada motif-motif tertentu yang kurang baik. Itu tentu menjadi bahan bagi kita juga bagaimana antisipasinya,” ujar Kholid.

Kholid menyatakan, akun-akun yang hilang adalah tanggung jawab admin masing-masing akun. Ia sudah menghimbau timnya agar lebih berhati-hati ke depannya. Meski demikian, ia menyebut upaya untuk mengembalikan akun memang sulit dan menurutnya, lebih baik membuat akun lagi dari awal. 

“Tentu kami prihatin, sekarang hampir semua orang menggunakan media sosial, dan informasi itu lebih banyak kan memang dari situ, karena di situ juga ada komunikasi dua arah,” ucap Kholid.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) ACEC Nurhidayat mengatakan pihaknya tidak bersedia diwawancarai. “Kelihatannya saya kurang kompeten untuk menjadi narasumber,” ujar Nurhidayat.

Admin akun @acec_ums mengatakan, untuk hal-hal yang berkaitan dengan komunikasi eksternal dan klarifikasi resmi institusi sebaiknya langsung kepada pihak Humas. “Kami menghargai dan berharap komunikasi berjalan lancar melalui jalur yang tepat,” kata admin akun @acec_ums lewat DM Instagram.

Melalui, DM (direct message) Instagram, sampai berita ini diterbitkan, Humas UMS belum memberikan respons.

Reporter: Jameyra Anne kanaya

Editor: Fauziah Salma Anfihar

Also Read

Tinggalkan komentar