
Keramaianku, mencabik sepi Dengan ribuan narasi yang membuatku mengerutkan dahi Melepas genggaman tawa Menyisakan datar merana di ujung mata Kamu siapa? Pertanyaan yang ribuan
Aksara Dengan aksara kugambar indahmu Kutuliskan manis tuturmu Kuceritakan ayu matamu Begitu indah senyummu Izinkan kusimpan dirimu sebagai aksara Di mana duniaku berada di dalamnya
Perempuan itu Aku Aku berdiri, seorang diri Di kegelapan malam, hanya dengan sebuah lampu jalanan Seorang perempuan berjalan mendekatiku, Ia berbicara kepadaku “Sepertinya aku telah
Ratapan Sedang kuratapi masa depan ini… Di kala ku menyelusuri sungai-sungai, Kupandangi air bersih yang mengalir Dalam pikiranku, angan-angan ini mulai kembali Dalam hembusan nafasku
Kepadamu Bulan cantik malam ini, ia menenggerkan pertanyaan sesekali kepadaku Apa keindahan yang kau senangi? Salah satu tanyanya kepadaku Aku menjawabnya Bersamamu, suara gemuruh hujan





