Jangan Lihat Ke Bawah!

LPM Pabelan

Keramaianku, mencabik sepi Dengan ribuan narasi yang membuatku mengerutkan dahi Melepas genggaman tawa Menyisakan datar merana di ujung mata   Kamu siapa? Pertanyaan yang ribuan

Aksara untuk Cinta Pertama

LPM Pabelan

Aksara Dengan aksara kugambar indahmu Kutuliskan manis tuturmu Kuceritakan ayu matamu Begitu indah senyummu Izinkan kusimpan dirimu sebagai aksara Di mana duniaku berada di dalamnya

Bayangan Diri Seorang Perempuan

LPM Pabelan

Perempuan itu Aku Aku berdiri, seorang diri Di kegelapan malam, hanya dengan sebuah lampu jalanan Seorang perempuan berjalan mendekatiku, Ia berbicara kepadaku “Sepertinya aku telah

Ratapan Masa Depan

LPM Pabelan

Ratapan Sedang kuratapi masa depan ini… Di kala ku menyelusuri sungai-sungai, Kupandangi air bersih yang mengalir Dalam pikiranku, angan-angan ini mulai kembali Dalam hembusan nafasku

Kepada Cahaya Malam

LPM Pabelan

Kepadamu Bulan cantik malam ini, ia menenggerkan pertanyaan sesekali kepadaku Apa keindahan yang kau senangi? Salah satu tanyanya kepadaku Aku menjawabnya Bersamamu, suara gemuruh hujan