Pemimpin Terbaik
Biar kuceritakan mulianya pemimpinku di negeri indah ini Melalui pena aku bebasKarena nyatanya yang teriak lantang sudah tenggelam oleh kebisuan yang kelam beliau, para pemimpin

Biar kuceritakan mulianya pemimpinku di negeri indah ini Melalui pena aku bebasKarena nyatanya yang teriak lantang sudah tenggelam oleh kebisuan yang kelam beliau, para pemimpin
Aku sepasang kaki yang tinggal di dalam sepatu koyak, berjalan di atas tanah sengketa Tanah yang basah, licin, partikelnya menyusup masuk ke sela-sela Aku dibawa
Perempuan Tak berdaya Objek yang terbuang Terhempaskan apabila nafsu terpuaskan Ia berharga namun dunia enggan memandangnya Makanan bagi para pria Tidak dapat melakukan apa
Pada suatu hari yang ragu Puisi mempertemukan aku dengan kau Ke sebuah titik yang tidak lagi dapat dilalui “Apakah kau terlambat membuka diri?” Katamu padaku
Ribuan kata menggambarkan semesta Indah bintang menyelimut kabut malam mencinta Embun tak lagi memikat mata Guguran daun mati menggerang nyawa Kepada nestapa, ku bertanya





