Pemimpin Terbaik

LPM Pabelan

Biar kuceritakan mulianya pemimpinku di negeri indah ini Melalui pena aku bebasKarena nyatanya yang teriak lantang sudah tenggelam oleh kebisuan yang kelam beliau, para pemimpin

Aku Sepasang Kaki

LPM Pabelan

Aku sepasang kaki yang tinggal di dalam sepatu koyak, berjalan di atas tanah sengketa Tanah yang basah, licin, partikelnya menyusup masuk ke sela-sela Aku dibawa

Stasiun Ingatan

LPM Pabelan

Pada suatu hari yang ragu Puisi mempertemukan aku dengan kau Ke sebuah titik yang tidak lagi dapat dilalui “Apakah kau terlambat membuka diri?” Katamu padaku

Sengsara

LPM Pabelan

Ribuan kata menggambarkan semesta Indah bintang menyelimut kabut malam mencinta Embun tak lagi memikat mata Guguran daun mati menggerang nyawa   Kepada nestapa, ku bertanya