Foto: Tangkapan layar unggahan akun Instagram @fkiums.official. (7/2)

Pabelan-online.com, UMS – Dua dosen Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) lolos hasil Pra Studi Kelayakan Program Hilirisasi Riset Prioritas – Dorongan Teknologi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek). Endah Sudarmilah dengan produk Animal Kingdom: Augmented Reality Magic Book dalam Pengenalan Klasifikasi Hewan pada Siswa Sekolah Dasar dan Devi Afriyantari dengan produk Sistem Tes Kepribadian Berbasis Big Five Traits dalam Game Soulforge RPG.

Dosen FKI, Devi Afriyantari, mengatakan ia memberikan pendekatan bagi remaja usia SMP hingga SMA melalui pengembangan Role Playing Game (RPG). Gim ini, ujarnya, bukan sekadar hiburan, melainkan instrumen analisis kepribadian diri.

Berbeda dengan tes tertulis konvensional yang hasilnya sering dimanipulasi oleh peserta agar terlihat baik, menurutnya, metode gim ini menangkap karakter asli pemain melalui pilihan senjata, penggunaan buff, hingga gaya bermain.

“Game kita berangkatnya untuk mengetahui jurusan itu bisa, kemudian kayak pekerjaan. Misal, pemberi pekerjaan bisa melihat, oh, karakter yang diinginkan sama perusahaan itu ada nggak di seseorang itu. Jadi, sebenarnya tergantung targetnya apa,” ujar Devi, Senin (9/2/2026).

Untuk sementara, ujar Devi, proses pengembangan gim tersebut masih berbasis desktop sehingga masih bersifat lokal karena masih dalam tahap pengembangan dan penelitian. Namun, Devi berharap ke depannya gim tersebut bisa diakses melalui ponsel pintar.

“Harapannya ke depan bisa masuk ke cloud (penyimpanan awan – red). Jadi bisa di mana saja,” jelasnya.

Berbeda dengan Endah Sudarmilah yang memberikan pendekatan berbeda dengan mengembangkan Animal Kingdom Magic Book, sebuah media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) yang ditujukan untuk siswa kelas 3 dan 4 Sekolah Dasar (SD). Melalui aplikasi yang dapat diunduh di tablet atau ponsel, gambar hewan statis di buku fisik akan berubah menjadi animasi 3D yang hidup dan bersuara.

“Kami ingin memberikan nuansa berbeda. Kalau dulu anak hanya melihat gambar, sekarang mereka bisa melihat bentuk real-nya secara digital. Ini adalah upaya kami meningkatkan motivasi belajar agar anak-anak tidak bosan dengan teks yang itu-itu saja,” jelas Endah, Senin (9/2/2026).

Produk ini, menurutnya, juga dapat digunakan bersama orang tua di rumah sebagai alternatif pengganti tontonan YouTube yang sering membuat anak kecanduan gawai tanpa adanya konten edukatif.

Meski saat ini masih dalam proses pengembangan dan bersifat lokal, ujarnya, kedua penelitian ini merupakan pilot project yang melibatkan kolaborasi aktif mahasiswa. Endah menyebut fokus saat ini adalah proses hilirisasi untuk menyempurnakan produk agar siap dikomersialkan secara luas.

“Harapannya nanti suatu saat satu pengetahuan itu berdiri kokoh gitu, ya. Bisa digunakan, dimanfaatkan di sana dengan baik gitu,” tambah Endah.

Wakil Rektor V Bidang Riset, Inovasi, Reputasi, Dampak, Kemitraan, dan Urusan Internasional UMS, Supriyono, mengapresiasi lolosnya para dosen dalam Program Dortek dari Kemendikti Saintek.

“Selaku pimpinan UMS, mengucapkan selamat kepada semua dosen UMS yang lolos studi kelayakan awal untuk Program Dortek. Tentunya kami bangga dengan pencapaian itu. Dari 16 proposal awal, lolos 10,” ungkap Supriyono melalui pesan WhatsApp, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa Program Dorongan Teknologi merupakan inisiasi baru dari Direktorat Hilirisasi dan Kekayaan Intelektual (DHK) Kemendikti Saintek yang dirancang khusus untuk menjembatani produk penelitian dosen dan industri.

“Saat ini masih banyak produk-produk hasil penelitian dosen yang belum digunakan masyarakat, sehingga program ini sangat bermanfaat,” kata Supriyono.

Reporter: Khotimatuz Zahra & Shendyka Akmal Oktara

Editor: Akmal Muhajir Rayadinata

Penulis

Also Read

Tinggalkan komentar