LPM Pabelan

Reporter : Mg_Yusmi, Zulfa & Nira

UMS-Dalam rangka untuk menambah wawasan tentang cinta dan pernikahan dalam fenomena dan kajian psikologi islam, Ikatan Mahasiswa Muslim Psikologi Indonesia (IMAMUPSI) Fakultas Psikologi UMS, menggelar seminar yang bertajuk Get Married : Cinta dan Pernikahan dalam Perspektif Psikologi Islam di Auditorium Moh. Djazman Kampus 1 UMS. Sabtu (3/10).

Salah satu pembicara seminar Get Married yang mengusung tema “Cinta dan Pernikahan dalam Perspektif Psikologi Islam” yang diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Muslim Psikologi Indonesia (IMAMUPSI) di Auditorium Moh. Djazman, Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag., Msi dekan Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mempertanyakan hakekat cinta di sela materi. Menurutnya, cinta adalah emosi yang tidak dapat didefinisikan.

Beliau juga menjelaskan tentang psikometri perjodohan. Menurutnya, tiga pendekatan dalam mencari jodoh adalah pendekatan empiris-ilmiah, intuitif dan teologis. “Jodoh kita banyak, namun kita harus memilih dan menanggung segala konsekuensinya.”

Selain Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag, M. Si, seminar Get Married ini juga memiliki pembicara lain yaitu Ust. Mohammad Fauzil Adhim penulis buku “Kupinang Kau dengan Hamdalah” dan pakar parenting yang di akhir materi berpesan, “Menikahlah karena ketaatan kepada Allah.”, serta seorang keynote speaker oleh Dr. Yadi Purwanto, MM dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Dr. Yadi Purwanto, MM pun memberikan pendapatnya tentang cinta. Ia berkata, “Cinta karena Allah melahirkan energi, ikhlas, dan pengorbanan tak terbatas. Cinta bisa jadi api atau semak-semak basah yang memberi makan atau semak-semak kering yang membakar. Acara seminar Get Married ini juga disemarakkan oleh penampilan dari grup nasyid AiVi Nasyid.

Seminar yang berlangsung di hari Sabtu, (3/10) ini menurut Ifa Nabila Fauziah selaku ketua panitia seminar Get Married, diadakan dengan tujuan untuk memberikan wawasan tentang cinta dan pernikahan dalam kajian fenomena dan kajian psikologi islam kepada para pemuda. Ia juga berpendapat bahwa tugas  setiap muslim adalah berdakwah. Dan dakwah harus disampaikan dengan cinta. Jadi saat berdakwah, seseorang juga harus punya rasa cinta.

“Tapi realita sekarang, pemaknaan cinta sudah rancu dan kabur. Banyak orang yang salah menafsirkan kata cinta. Padahal cinta itu adalah perasaan yang suci dari Allah.” Terangnya usai seminar saat menjelaskan mengapa seminar Get Married akhirnya digelar.

Ifa juga menambahkan, meski akhir-akhir ini banyak diadakan kegiatan-kegiatan baik seminar ataupun talkshow yang memiliki tema mirip seperti cinta, pernikahan maupun parenting, seminar Get Married sendiri mampu menarik banyak antusias terlebih pada kalangan akhwat, dilihat dari membeludaknya peserta dan pendaftar on the spot. Tidak hanya dari Surakarta dan sekitarnya, peserta seminar juga berasal dari Jogja, Semarang bahkan Ngawi. Harapan dari panitia, acara-acara seperti seminar ini bisa menjadi agenda rutin dan bisa terus diadakan.

Editor : [RS]

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar