LPM Pabelan

Masyarakat akhir-akhir ini sering disuguhi beberapa pemberitaan mengenai Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT). Ada banyak pro dan kontra yang melingkupinya. Perilaku yang sudah ada di zaman Nabi Luth jadi sorotan sejak ada parade LGBT di Amerika Serikat pada Juli tahun lalu. Dibawah ini Reporter Pabelan-Online merangkum beberapa faktor penyebab perilaku LGBT merebak.

  1. Pola Asuh

Terkadang tanpa disadari para ibu mendandani anak berlawanan dengan jenis kelaminnya, dengan alasan hanya iseng atau karena ingin punya anak seperti itu. Padahal itu sangat mempengaruhi pola pikir anak. Usia dibawah 5 tahun adalah usia yang menentukan besarnya nanti seperti apa. Saat ini kebanyakan hanya ibu yang mengurus anak sedangkan ayah mencari nafkah. Padahal kurangnya peran ayah juga dapat mempengaruhi perkembangan anak.

  1. Kemajuan Teknologi

Pada dewasa ini anak belum masuk TK sudah pegang HP, Tab ataupun barang elektronik lainnya yang bisa terhubung langsung ke internet. Akibatnya mereka dapat mengakses dan melihat sesuatu yang seharusnya belum pantas untuk dilihat.

  1. Seringnya Melihat Berita Tentang LGBT

Arus globalisasi yang terjadi memudahkan seseorang untuk mengetahui informasi dari belahan dunia lain. Banyaknya pemberitaan di media, baik media sosial seperti twitter dan facebook maupun media seperti televisi membuat orang menjadi penasaran. Dari penasaran orang bisa tertarik untuk mencobanya.

  1. Lingkungan dan Pernah Menjadi Korban Kekerasan Seksual

Lingkungan merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya. Apabila banyak orang yang melakukan LGBT dan sebelumnya pernah menjadi korban kekerasan seksual. Maka kemungkinan memiliki peluang besar untuk menjadi pelaku LGBT . hal tersebut dikarenakan terbiasa melihat, sehingga ada hasrat untuk meniru.

  1. Seks Bebas

Sering bergonta-ganti pasangan sehingga berdampak kebosanan. Lama-kelamaan bisa timbul keinginan untuk mencoba pola-pola yang baru yaitu hubungan sesama jenis.

Walaupun bukan penyakit menular, (sebagaimana hepatitis dan AIDS yang disebabkan oleh virus, namun perilaku ini dapat menular orang-orang disekitarnya yang bergaul dengannya, bahkan untuk kelompok yang jauh dari nilai agama, perilaku ini sangat menular. Psikoterapi yang dilakukan oleh ahlinya dan dukungan keluarga akan sangat membantu kesembuhgan, yang penting ada niat.

 

Reporter: Sofi Filda

Editor: RK

Sumber : dr Erna SpKJ (Dosen Fakultas Kedokteran UMS) dan Taufik M Sc, (Dekan Psikologi UMS).

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar