Foto bersama Gubernur terpilih Adrian Naelul Murtadho dan wakilnya Fersa Maulana Wahid bersama sejumlah Ketua Ormawa dan UKM Kama FKI. (16/2) Pabelan Online/ Akmal Muhajir Rayadinata

Pabelan-online.com, UMS – Gubernur Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) terpilih Adrian Naelul Murtadho merespons pertanyaan yang menyoal tudingannya terhadap mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Informatika yang enggan menjadi calon wakilnya. Dalam forum Konferensi BEM yang diselenggarakan di ruang Jsem pada Senin (16/2/2026), ia memastikan komponen kabinetnya akan terbagi rata dari ketiga prodi di fakultasnya.

Dalam forum, seorang mahasiswa menyampaikan pertanyaan titipan yang mewakili mahasiswa Prodi Teknik Informatika soal pernyataan yang disampaikan oleh Adrian dalam liputan pabelan-online.com yang berjudul “Adrian dan Fersa Resmi jadi Cagub dan Cawagub BEM FKI 2026” sepekan lalu. Ia menyoal tudingan terhadap mahasiswa Teknik Informatika yang enggan mengajukan diri menjadi calon wakil gubernur (Cawagub).

Menanggapi hal tersebut, Gubernur terpilih Adrian mengklarifikasi bahwa sebagai calon gubernur, ia tidak seharusnya berkata demikian. “Saya tidak menyudutkan prodi manapun, terkhusus Teknik Informatika dalam narasi saya,” kata Adrian pada Senin (16/2/2026).

Dalam proses melobi calon wakil gubernur, ia menegaskan bahwa Fersa Maulana Wahid merupakan opsi terakhir tatkala ia sudah gagal melobi tujuh mahasiswa selain dari Prodi Ilmu Komunikasi. “Saya sudah berikhtiar melobi beberapa rekan-rekan saya dari Teknik Informatika dan dari Sistem Informasi,” ujarnya.

Alasannya melobi Fersa menjadi wakilnya adalah keterbatasan waktu. “Itu menjadi opsi paling terakhir karena waktunya mepet. Jadi, sebelum LKMM (Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa -red) itu harus sudah ada SK (Surat Keputusan -red) sementara buat persyaratan daftar,” tuturnya.

Dengan segala pertimbangan, tuturnya, Adrian memutuskan untuk melobi Fersa karena dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) tidak tertulis bahwa gubernur dan wakilnya harus lintas prodi. Ia berspekulasi bahwa pernyataan sebelumnya terlalu menyudutkan mahasiswa Teknik Informatika. 

“Padahal sebenarnya tidak ada maksud menyinggung sama sekali,” kata Adrian.

Soal komponen kabinetnya di BEM FKI, ia mengatakan ingin kabinetnya mulai dari kepala departemen, sekretaris departemen, hingga anggotanya terbagi rata dari ketiga prodi di fakultas tersebut. “Nggak mungkin Ilmu Komunikasi semua pastinya, nggak mungkin Teknik Informatika semua, dan nggak mungkin Sistem Informasi semua,” ucapnya.

Adapun sebagai mantan Ketua Umum (Ketum) Himpunan Mahasiswa Komunikasi atau Himakom, ia memastikan tidak akan berat sebelah dalam merespons aspirasi di FKI. Adrian juga menegaskan bahwa dirinya sangat terbuka untuk dikritik jika terindikasi tidak adil.

“Ketika hal itu terjadi, silakan saya sangat terbuka untuk dikecam. Saya minta maaf kepada semua pihak yang tersinggung dan berterima kasih atas koreksinya, dan saya sangat membuka kritik saran secara personal maupun perihal BEM,” tambah Adrian via WhatsApp.

Reporter: Akmal Muhajir Rayadinata

Editor: Muhammad Farhan

Penulis

Also Read

Tinggalkan komentar