LPM Pabelan

Meme: Pabelan Online/ Aqnan Syandi Syahsena

Pabelan-online.com, UMS – Kepala Program Studi (Kaprodi) Sarjana Farmasi menurunkan Surat Edaran Himbauan Moral pada Senin, 5 Januari 2026 yang meminta mahasiswanya untuk tetap rendah hati dan tidak berlebihan dalam merayakan kelulusan ujian. Hal itu dilatarbelakangi oleh maraknya perayaan dan pemberian hadiah yang berlebihan kepada mahasiswa yang telah menyelesaikan ujian pendadaran. 

Kaprodi Sarjana Farmasi Andi Suhendi mengatakan, kebiasaan itu muncul karena mahasiswa yang membawa konsumsi saat pendadaran atau sejenisnya. Namun, sejumlah pihak, termasuk laporan sejumlah dosen, melihat itu sebagai bentuk yang memberatkan. 

“Karena ada tren, tren itu kayak bagus-bagusan gitu. Kemudian diputuskan agar tidak ada seperti itu karena nanti terlalu memberatkan. Itu sudah lama,” tutur Andi, Rabu (7/1/2026).

Sebelumnya, Andi sudah pernah menurunkan imbauan, tetapi tidak tersosialisasi karena dilakukan secara lisan. Ia meluruskan bahwa pihaknya tak ingin ada yang terbebani, dengan kata lain ia menginginkan kerendahhatian dalam merayakan kelulusan ujian pendadaran. 

“Rendah hati dalam arti tidak show off (pamer-red) ‘saya udah selesai ini’. Karena berlebihan selebrasinya seperti kalau selesai wisuda, sampai ada yang kayak karangan bunga, ada ucapan selamat, ya tidak hanya satu. Untuk foto-foto silahkan seperti biasa,” ujarnya.

Ia menekankan kepada mahasiswanya supaya zuhud atau tidak berlebihan saat bersenang-senang meskipun sebenarnya mampu. Sebab, menurut Andi, mahasiswa yang cenderung introver akan minder dengan kondisi yang demikian. “Tidak semua ini sama posisinya dari sisi ekonomi, mental gitu, yang kemudian kita melihat itu. Ayolah kita coba introspeksi,” katanya.

Meski tak terlalu mempersoalkan imbauan Kaprodinya, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Farmasi, Ica mengaku memiliki pandangan kontra. Menurutnya, sidang seminar prodi (sempro) dan seminar hasil (semhas) adalah momen sekali dalam seumur hidup.

“Mahasiswa pastinya ingin mengabadikan momen yang sangat berkesan, apalagi untuk perjalanan menuju sempro dan semhas ini tidak mudah. Masa tidak dirayakan?” kata Ica lewat WhatsApp, Rabu (7/1/2026).

Namun, Himbauan Moral ini, ujarnya, juga diisukan lantaran para mahasiswa meninggalkan sampahnya ketika sempro dan semhas di koridor fakultas. “Mungkin hal ini yang membuat dekanat merasa berlebihan dan mahasiswa tidak bertanggung jawab atas sampah yang dibawanya,” ujarnya.

Gubernur BEM Fakultas Farmasi Melshanda Intan Monica mengatakan pihaknya menghargai Himbauan Moral yang diturunkan oleh kaprodi. Sebab, kata Melshanda, dalam surat itu juga bukan bertujuan melarang, melainkan agar mahasiswa lebih bijaksana dan bertanggung jawab.

“Karena bagaimanapun juga seminar hasil atau seminar profesional itu kan salah satu capaian dari mahasiswa dan itu memberikan apresiasi berupa gift dan lain sebagainya,” kata Melshanda saat ditemui di Sekretariat BEM Farmasi, Kamis (8/1/2026).

Namun, ia hanya tak ingin hal itu membuat mahasiswa menjadi tidak fokus dalam akademiknya juga agar mahasiswa tidak tergiring oleh polemik yang berpotensi menimbulkan hal-hal yang tidak baik. “Nanti kita juga akan berusaha untuk bisa berkomunikasi dengan baik lagi dengan dekanat ataupun prodi,” ujarnya.

Reporter: Muhammad Hafidz Aizy Daffa

Editor: Fauziah Salma Anfihar

Also Read

Tinggalkan komentar