LPM Pabelan

Mahasiswa baru Fakultas Komunikasi dan Informatika mengikuti serangkaian Fakultaria di kampus 2. Foto: Aqnan Syandi Syahsena

Pabelan-online.com, UMS– Tugas riddle snack pada Masta (masa taaruf) Fakultaria di beberapa fakultas yang diadakan secara serentak pada tanggal 7-9 September 2026 menuai berbagai kritik dari mahasiswa baru. Pasalnya beberapa mahasiswa merasa keberatan dengan adanya challenge mencari makanan di malam hari hingga mengurangi waktu istirahat serta mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli makanan tersebut. 

Salah satu mahasiswa baru Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP), Hasna Hanifah Vikridiena Putri menyampaikan bahwa riddle mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli makanan yang dimaksudkan oleh panitia. Belum lagi karena clue yang cukup mirip untuk beberapa snack, beberapa peserta yang salah menebak jawaban akan disita makanannya oleh panitia. “Kalau mikir riddle nya aja masih bisa ke-handle, namun karena riddle ini letaknya setelah pembelian outfit dan lain-lain, jadi ya tetap terbebani,” ungkapnya pada Jumat (11/9/2026).

Di sisi lain, Olga Yuninda Pratama, mahasiswa baru Fakultas Ilmu Komunikasi dan Informatika (FKI) mengungkapkan bahwa panitia mengumumkan clue riddle cukup terlambat, di penutupan baru diberi tahu. Ia juga mengatakan, peserta masih perlu menulis resume materi serta menentukan pembagian siapa yang membeli snack tersebut dalam satu kelompok baru bisa membeli snack di malam hari. 

Olga berharap ke depannya terdapat panitia yang dapat menyurvei apakah barang tersebut ditemukan atau tidak. “Karena pengalaman yang saya alami dan teman-teman saya, mereka cari dan barangnya itu tidak ada dan sampai malam, sampai tidak tidur dan tidak istirahat itu menurut saya tidak bagus untuk kesehatan,” ungkapnya, Rabu (9/9/2026).

Mahasiswa lain dari fakultas yang sama, Sulaiman Wahyu Al-Qaromah mengungkapkan bahwa panitia perlu melakukan survei terlebih dahulu apakah jajanan tersebut mudah didapatkan atau tidak, serta toko yang menyediakan makanan tersebut hendaknya buka sampai malam. Mengingat beberapa peserta kesulitan mencari hingga tidak tidur atau kurang istirahat. “Kalau bisa sih pengumumannya di awal aja supaya pas lagi makan siang atau istirahat mereka bisa diskusi. Jadi setelah penutupan mereka bisa langsung eksekusi,” sarannya. 

Ketua Panitia Fakultaria FHIP, Nashirul Huda mengungkapkan bahwa tujuan adanya riddle ini untuk melatih kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan sosial dan peka terhadap jajan-jajan yang melekat terhadap masyarakat bawah. Riddle ini merupakan inisiasi dari panitia untuk memenuhi konsumsi peserta serta mengasah keterampilan berpikir mahasiswa sebelum memasuki perkuliahan. 

“Jadi PPA ini kan rangkaiannya banyak dan pasti capek kan, otomatis untuk energi itu mereka butuh banyak. Nah makanya daripada hanya mengandalkan makanan dari kepanitiaan, kami anjurkan untuk membawa bekal sendiri dari riddle tersebut.” Ungkapnya pada Jumat (11/9/2026)

Ia juga mengungkapkan bahwa panitia sudah memperhatikan kondisi finansial peserta dengan membatasi untuk makanan berat sekitar 10.000 hingga 15.000. Untuk makanan ringan, panitia juga tidak menentukan harus membawa ukuran besar, jika peserta membawa ukuran kecil itu sudah cukup. Panitia juga sudah melakukan survey bahwa makanan yang dibeli maksimal hanya 30.000 dalam sehari, itu sudah termasuk makanan berat, minum, dan snack

Ia menjelaskan bahwa pada tahun ini panitia sudah semaksimal mungkin untuk memperingan barang bawaan peserta, melihat dari tahun sebelumnya yang perlu membawa caping dan payung. Tahun ini panitia fokus menunjang kebutuhan konsumsi pesertanya. 

“Ya mungkin kalau ada mana yang keberatan bisa jadi bahan evaluasi kami. Dalam artian untuk kepanitian tahun depan yang melanjutkan kepanitiaan tahun ini, bisa melihat evaluasi kami dan membuat riddle ini lebih efisien lagi,” jelasnya.

Reporter: Irsyada & Fauziah Salma Anfihar

Editor: Muhammad Farhan

Also Read

Tinggalkan komentar