
Pabelan-online.com, UMS – Setelah dikeluarkannya Surat Tugas yang ditandatangani oleh Wakil Rektor (WR) I Ihwan Susila terkait penunjukan Presiden-Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) serta Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) 2026, Naufal Aulia Darojat sudah merencanakan tanggal rekrutmen beserta pelantikan. Ia berencana memperbaiki infrastruktur dan suprastruktur BEM, juga membersama ormawa dalam musim masa ta’aruf (masta).
Seusai dilantik menjadi Presiden BEM UMS 2026, Naufal Aulia Darojat merasa bersyukur karena segala hal dapat berjalan dengan lancar, dan telah menjalani proses yang cukup panjang bersama teman-temannya. “Alhamdulillah sudah membuahkan hasil,” ungkap Naufal melalui pesan suara WhatsApp, Rabu (22/7/2026).
Melihat jauh ke depan, ia dan wapres telah membuat alur rekrutmen beserta peresmian Kabinet 2026. Rencananya, kata Naufal, proses perekrutan anggota akan diadakan mulai bulan ini hingga Agustus pekan pertama atau kedua, dengan kata lain, rekrutmen akan dibuka selama dua pekan.
“Insyaallah karena juga mengingat ada keperluan dari kampus, kemudian mengingat juga periodisasi singkat, untuk peresmian insyaallah di pertengahan Agustus pasca rekrutmen,” jelas Naufal.
Mendekati musim masta dan expo, Naufal mengatakan bahwa pihaknya tentu akan membersamai Ormawa, baik tingkat universitas maupun fakultas. “Pasti insyaallah kami akan ikut membersamai untuk menggarap expo dan yang berkaitan dengan penerimaan mahasiswa baru di UMS,” ucapnya.
Mengingat baru dilantik Juli ini, kabinet yang akan ia pimpin pada periode ini terhitung hanya enpat bulan efektif hingga Desember mendatang. Naufal menjabarkan soal perbaikan yang ingin ia lakukan.
Pertama, yakni perbaikan infrastruktur. Naufal menjelaskan bahwa yang dimaksud infrastruktur yakni bagaimana dapat membangun budaya dan sistem yang seakan-akan tidak ada sekat antara lembaga universitas dengan lembaga fakultas.
“Dalam artian ini, infrastruktur adalah membicarakan sistem keorganisasiannya. Dan dari sistem itu melahirkan budaya dan kebiasaan berorganisasi yang kemudian kiranya dengan fenomena yang sudah terjadi di dalam Student Government Universitas yang mengalami distrust dan disrespect dalam lapisan mahasiswa di UMS, maka dengan pendekatan pembiasaan budaya organisasi yang tersistem, barangkali itu bisa menjawab,” tutur Naufal.
Kedua, perbaikan suprastruktur. Naufal mengatakan bahwa makna dari perbaikan suprastruktur yakni bagaimana sebagai sosok organisatoris yang dimandatkan oleh kampus dan para mahasiswa untuk menjadi pimpinan di organisasi, bahwa dalam hal suprastruktur ini diperkuat dalam budaya substitusi ide.
“Karena hari-hari ini ketika mahasiswa kemudian tidak pernah melakukan pertukaran ide atau berdiskusi terkait ide dan gagasan, barangkali kemudian kembali di awal bahwa infrastruktur tersebut atau sistem yang ingin digagas juga kemudian tidak akan bisa terlaksana,” ujar Naufal.
Mengingat periodisasinya yang singkat, ia juga berharap agar keterikatan komunikasi antar lembaga yang dinaungi oleh UMS semakin membaik. Selain itu, pola-pola gerakan organisasi yang di mahasiswa, khususnya di UMS bisa menjadi lebih konstruktif dan produktif.
“Semoga dengan terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden baru di BEM Universitas, semoga juga bisa memberikan pemantikan kepada lingkungan sekitar, memberikan kebermanfaatan di sekitar, dan memberikan keberdampakan atas dasar kerja-kerja kolektif,” harap Naufal.
Reporter: Fauziah Salma Anfihar
Editor: Muhammad Farhan






