LPM Pabelan

Sumber: Istimewa

Pabelan-online.com, UMS – Tim RoboMind Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil meraih medali emas dalam ajang 8th World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2026 di Malaysia pada 24 September 2026 dan mendapatkan silver medal Indonesian Inventors Day (IID) di Jakarta pada 6 Oktober 2026. Tim RoboMind mengembangkan inovasi yang memadukan teknologi dan psikologi untuk mendukung perkembangan kognitif anak.

Deko Bagus Wahyu Handoko, mahasiswa Psikologi UMS sekaligus anggota tim RoboMind, menjelaskan bahwa RoboMind merupakan ekosistem digital interaktif yang menggabungkan asesmen dan permainan edukatif. Inovasi tersebut dirancang untuk menstimulasi fungsi eksekutif seperti perhatian, kontrol diri, memori kerja, dan pemecahan masalah.

Ia mengatakan gagasan tersebut berawal dari keresahan tim terhadap penggunaan gawai yang berlebihan pada anak.

“Kami mencoba melihat teknologi bukan hanya sebagai bagian dari masalah, tetapi juga sebagai bagian dari solusi,” ujar Deko melalui pesan WhatsApp, Kamis (2/10/2026).

Ide tersebut, kata Deko, kemudian dikembangkan dan menjadi prototipe dengan judul “RoboMind: A Neuropsychological Ecosystem to Empower Children’s Prefrontal Cortex Development”. Inovasi itu berhasil meraih Gold Medal pada kategori Innovative Social Sciences dalam WICE 2026.

Deko mengatakan, RoboMind dikembangkan oleh tujuh mahasiswa UMS yang terdiri dari lintas bidang keilmuan, yakni Psikologi, Pendidikan Teknik Informatika, dan Teknik Informatika. Tim tersebut terdiri dari Deko Bagus Wahyu Handoko, Taufik Imansyah, Muhammad Rayhan Fahlevi, Samantha Aulia Cahyadi, Yuanda Eka Saputra, Mifthahul Amri, dan Onic Agustino. Kolaborasi lintas bidang membuat setiap anggota memiliki fokus yang berbeda. Tim Psikologi berfokus pada aspek neuropsikologi, perkembangan anak, asesmen, dan perancangan aktivitas. Sementara teman-teman di Informatika berfokus pada pengembangan sistem, coding, serta UI/UX.

“Meskipun pembagiannya berbeda, prosesnya tetap kolaboratif karena konsep psikologi harus diterjemahkan menjadi sistem teknologi yang bisa digunakan dan dipahami oleh anak,” ujar Deko.

Deko menjelaskan bahwa perjalanan RoboMind tidak berhenti setelah mengikuti WICE 2026. Tim RoboMind selanjutnya akan mengikuti Indonesian Inventors Day (IID) di Jakarta. Deko mengatakan, IID merupakan kompetisi dan pameran inovasi yang berbeda dari WICE. Walhasil, Tim RoboMind juga berhasil menyabet Silver Medal di ajang tersebut pada Selasa (6/10/2026).

“Meskipun berbeda, kegiatan ini tetap menjadi bagian dari proses pengembangan RoboMind. Setelah mendapatkan pengalaman dan masukan dari WICE, kami ingin kembali membawa RoboMind ke ajang lain untuk menguji dan mengembangkan inovasi ini lebih jauh,” ujar Deko.

Bagi Deko, mengikuti kompetisi bukan hanya untuk mendapatkan penghargaan. Kompetisi menjadi ruang bagi tim untuk menguji sejauh mana ide yang mereka kembangkan dapat diterapkan dan diterima oleh orang lain. Menurutnya, RoboMind juga tidak langsung menjadi seperti sekarang. Inovasi tersebut dikembangkan melalui diskusi, kolaborasi, revisi, dan proses yang terus berjalan.

“Jangan menunggu merasa benar-benar siap untuk memulai. Sebuah inovasi bisa berangkat dari keresahan atau masalah sederhana yang kita temui sehari-hari,” kata Deko.

Dosen Psikologi UMS, Wisnu Sri Hertinjung, menilai capaian RoboMind merupakan hasil dari proses pengembangan yang telah dilakukan secara bertahap. Menurutnya, gagasan tersebut terus berkembang melalui diskusi dan kolaborasi hingga menghasilkan konsep yang dipresentasikan di WICE 2026.

“Gold Medal jadi bukti bahwa gagasan dari mahasiswa lintas prodi ini berawal dari konsep awal sederhana menjadi konsep RoboMind yang dipresentasikan. Jadi ini sangat membanggakan,” ujar Wisnu melalui pesan suara WhatsApp, Minggu (4/10/2026).

Wisnu juga melihat RoboMind memiliki potensi dalam memberikan sudut pandang baru terhadap pemanfaatan gawai pada anak. Jika penggunaan gawai umumnya kerap dikaitkan dengan persoalan screen time dan konsentrasi anak, RoboMind mencoba mengarahkan teknologi pada aktivitas yang mendukung perkembangan kognitif.

Melalui permainan edukatif yang disesuaikan dengan perkembangan anak, ucap Wisnu, RoboMind dirancang untuk menghasilkan data yang dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan kognitif anak, seperti kemampuan pemecahan masalah, memori, dan pengambilan keputusan.

“Dengan RoboMind, fungsi gadget akan berubah untuk anak meningkatkan sisi psikologisnya, bukan justru mengganggu,” jelas Wisnu melalui pesan suara WhatsApp (4/10/2026).

Wisnu berharap RoboMind tidak hanya berhenti pada kompetisi. Menurutnya, RoboMind dapat dikembangkan agar bisa digunakan oleh orang tua maupun pendidik.

“Harapannya dari juri semoga meyakinkan tim bahwa konsep RoboMind konsep luar biasa yang bisa diterapkan serta memiliki banyak keunggulan dan manfaat. Ini masih langkah awal, mungkin nanti langkah lanjut bisa digunakan oleh orang tua maupun pendidik, tidak terbatas sebagai alternatif dan bukan hanya sekadar game edukasi, tapi juga memberikan pengaruh kognisi anak,” ungkap Wisnu.

Ia mengatakan RoboMind nantinya dapat diwujudkan dalam bentuk aplikasi, diterapkan di berbagai media, serta diterapkan sehari-hari. Wisnu juga berharap RoboMind dapat dihilirisasi dan dimanfaatkan oleh berbagai lembaga, termasuk lembaga pendidikan yang berkaitan dengan anak, baik lembaga pemerintahan maupun swasta.

Reporter: Azzahratush Sholihah Bulan Intan

Editor: Fauziah Salma Anfihar

Also Read

Tinggalkan komentar