UMS, pabelan-online.com – Diskusi yang diadakan oleh Aliansi 11 Fakultas Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini dilaksanakan guna menindaklanjuti Keputusan Rektorat terkait bantuan kuota kepada mahasiswa sebesar Rp. 200.000 dan mengenai proses pelaksanaan pembelajaran daring.
Diskusi via Google Meet ini dipelopori oleh tiap-tiap Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas, bertujuan untuk saling memberikan saran dan strategi tindak lanjut dari adanya aliansi ini. Walaupun aliansi fakultas gerakannya tidak terlihat belakangan ini, karena sedang menyusun strategi yang tepat agar tidak salah langkah kedepannya.
Menurut Imam Bagus Faisal, salah satu pelopor dari Aliansi 11 Fakultas tersebut mengatakan akan mengadakan audiensi bersama rektorat dan membuat surat terbuka.
“Untuk langkah selanjutnya akan mempersiapkan data yang matang mengenai mahasiswa karena data yang kita miliki masih berasal dari fakultas, sehingga perlu disempurnakan,” tegasnya, Rabu (3/6/2020).
Baca Juga: BEM dan DPM UMS Tuai Kritikan, BEM-U: Sudah Biasa dalam Dunia Demokrasi
Aliansi melakukan progres berkala yang disampaikan ke mahasiswa, agar nantinya mahasiswa update mengenai perkembangan aliansi. Adanya rencana tambahan selain hal-hal di atas apabila terdapat kemungkinan terburuk rencana tidak berhasil.
Walaupun demikian, menurut Indah Suci Melati, salah satu peserta diskusi publik berpendapat bahwa diskusi tersebut tidak tersusun secara rapi dan matang, serta pembahasannya cenderung tidak terarah.
“Rencana-rencana apa yang mau dibuat dari awal sampai akhir diskusi itu berantakan. Seharusnya, awalnya mau bahas pertengahan apa dan akhir apa gitu, jadi biar tersusun rapi dan terarah,” ungkapnya, Kamis (4/6/2020).
Reporter : Tsania Laila Maghfiroh
Editor : Rifqah






