LPM Pabelan

UMS, Pabelan-Online.com – Kejadian langka terjadi di pusaran elite politik Indonesia. Mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono atau akrab disapa SBY melancarkan kritik terhadap kinerja Presiden Indonesia terkini, Joko Widodo. Kritik SBY kepada  Jokowi ditekankan pada perkembangan sektor ekonomi negara. Lalu kritik SBY itu dibalas oleh jokowi melalui sindiran yang menyinggung Megaproyek Hambalang yang mangkrak saat pemerintahan SBY.

Dalam kesempatannya berbicara di sela-sela kegiatan Tour De Java di Pati, SBY menyatakan bahwa yang mengerti ekonomi bukan hanya tentang  pajak  yang dikuras habis, namun justru ekonomi tidak tumbuh. Melainkan  pajak jangan sampai mangkir. “Jangan digenjot habis-habisan apalagi saat kondisi ekonomi sedang sulit, maka perusahaan bisa bangkrut dan yang susah makin susah. Ekonomi sedang lesu, maka pajak harus pas,” ujarnya, Rabu (16/3/2016).

SBY pun meminta pemerintah mengurangi belanja infrastruktur dengan menundanya untuk  dikerjakan di tahun mendatang. “Kalau ekonomi sedang lesu, dikurangi saja pengeluarannya. Bisa kita tunda tahun depannya lagi, enggak ada keharusan harus selesai tahun ini. Indonesia ada selamanya. Sehingga jika ekonomi lesu, tidak lagi bertambah kesulitannya. Itu politik ekonomi,” tuturnya.

Balasan Jokowi

Tepat dua hari setelah kritik yang menimpanya, Jokowi melakukan kunjungan ke Hambalang ditemani Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi SP, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimujono.

Kepada wartawan di lokasi kunjungan kerjanya, Jokowi menekankan perlunya dilakukan penyelamatan proyek tersebut sebagai aset Negara. “Yang paling penting penyelamatan aset Negara. Kuncinya di situ dan arahnya akan ke sana. Apapun ini menghabiskan anggaran triliunan,” ujarnya.

Lalu melalui akun Twitternya @Jokowi, Jumat pukul 13.31 WIB. Ia menuliskan kesedihannya mengenai aset negara yang terhenti pembangunannya tersebut sebagai balasan kepada SBY. “Sedih melihat aset-aset negara mangkrak. Penuh alang-alang. Harus diselamatkan,” cuitnya.

Penulis : Reporter Muhammad Taufik

Sumber : Kompas.com

Also Read

Tinggalkan komentar