
Pabelan-online.com, UMS – Badan Otonom Pers Mahasiswa Suara Mahasiswa Universitas Indonesia (Suma UI) menerima teror berupa intimidasi melalui surel dan WhatsApp, penyebaran data pribadi, hingga dugaan penguntitan dialami jurnalis setelah menerbitkan artikel berjudul “Menguji Sila Kemanusiaan di Bulan Kebanggaan”. Dalam siaran pers yang dirilis Senin (15/6/2026), Suma UI menyebut berbagai intimidasi tersebut menjadi alasan utama penurunan publikasi.
Dalam pers rilis yang dikeluarkan Suma UI dengan nomor 049/08/SK/SEK-SUMAUI/06/2026 tanggal 15 Juni 2026 itu, mereka menyikapi intimidasi terhadap jurnalis Suma UI dan penurunan publikasi. Di dalamnya, Suma UI mencantumkan beberapa bukti intimdasi yang dilontarkan kepada mereka.
“Hapus postingan Lo t*l*l ga ada ruang untuk LGBT sialan kalo masih mau selamat keluarga lu pada”, bunyi isi salah satu email tersebut.
“Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah jurnalis Suma UI mengalami berbagai bentuk kekerasan dan intimidasi, baik di ruang digital maupun di kehidupan sehari-hari,” tulis Suma UI dalam pers rilis, Senin (15/6/2026).
Selain data pribadi jurnalis Suma UI yang disebarkan oleh orang tak bertanggung jawab, dalam siaran persnya, mereka menyebutkan adanya upaya penguntitan oleh orang tidak dikenal, tak lama setelah mereka meliput aksi demonstrasi #MenujuIndonesiaBangkrut Jumat, 12 Juni 2026 lalu. Salah satu jurnalis Suma UI didatangi rumahnya oleh orang tidak dikenal pada pukul 22.00 WIB.
Pada Sabtu, 13 Juni 2026, Kantor Organisasi Kemahasiswaan (KOK) UI menghubungi salah satu pengurus Suma UI dan meminta agar publikasi tersebut diturunkan. Permintaan tersebut disampaikan berdasarkan arahan pimpinan universitas yang menerima berbagai protes.
Lebih lanjut, Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi Suma UI Senin, 15 Juni 2026 diminta menghadap pihak universitas. Pertemuan itu melibatkan Kantor Organisasi Kemahasiswaan (KOK) UI; Direktorat Manajemen Risiko, Transformasi Budaya, dan Tata Kelola; Direktorat Humas, serta sejumlah pihak lainnya. Hasil pertemuan itu menghendaki Suma UI menurunkan publikasi tersebut.
“Universitas menyampaikan bahwa penurunan publikasi dipandang perlu dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan reputasi institusi UI,” dikutip dari siaran pers Suma UI.
Setelah mempertimbangkan situasi yang berkembang, terutama ancaman dan intimidasi yang telah diterima oleh para jurnalis, Suma UI memutuskan untuk menurunkan publikasi tersebut. Ujungnya, Suma UI pun menurunkan publikasi tentang Pride Month itu, demi keselamatan awak redaksi.
“Keputusan ini diambil semata-mata sebagai langkah mitigasi risiko demi menjaga keselamatan awak redaksi yang menjadi sasaran serangan,” tulis Suma UI.
Gogon (bukan nama sebenarnya), salah satu anggota Suma UI membenarkan adanya penguntitan sampai di salah satu rumah jurnalis Suma UI. Ada setidaknya 10 nomor telepon yang melakukan spam call.
“Kami disuruh bikin permintaan maaf ke rektor,” ujarnya saat dihubungi via WhatsApp, Senin, (15/6/2026).
Reporter pabelan-online.com telah meminta keterangan kepada Humas UI pada Selasa (16/6/2026). tetapi pertanyaan tersebut belum berbalas sampai berita ini terbit.
Reporter: Aqnan Syandi Syahsena
Editor: Muhammad Farhan






