Bima Baskoro Aji

Foto: ums.ac.id

Pabelan-online.com, UMS – Wacana dosen dapat memilih jalur karier sesuai minat dan kompetensinya, seperti yang mulai diterapkan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), mendapat tanggapan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Meski belum diterapkan, UMS mengungkapkan pembahasan mengenai sistem tersebut telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir dan masih dalam tahap kajian.

Direktur Direktorat Sumber Daya Manusia dan Organisasi (DSDMO) UMS, Tri Widayatno, menjelaskan konsep jalur karier dosen tidak berarti dosen hanya menjalankan satu aspek Tridharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, konsep jalur karier lebih mengarah pada pengaturan proporsi tugas yang disesuaikan dengan kompetensi masing-masing dosen. .

“Kalau saya memahami, itu lebih kepada proporsi. Misalnya dosen peneliti tetap mengajar, tetapi porsi penelitiannya lebih besar. Begitu juga dosen yang memilih jalur pengajar atau pengabdi,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (10/6/2026).

Widayatno menilai skema tersebut berpotensi menguntungkan institusi maupun dosen. Menurutnya, tidak semua dosen memiliki kecenderungan yang sama dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi.

“Dari sisi institusi, ini bisa mengoptimalkan talenta dosen. Ada yang memang passion-nya di penelitian, ada yang lebih kuat di pengajaran, dan ada yang lebih tertarik pada pengabdian,” jelasnya.

Selain itu, ia mengungkapkan UMS sebenarnya telah mewacanakan sistem serupa dalam dua tahun terakhir. Namun, penerapannya masih memerlukan kajian mendalam, terutama terkait penyusunan indikator kinerja yang setara di setiap jalur karier.

“Kami sudah mulai menyusun draf regulasi terkait jalur karier dosen. Namun, yang menjadi kehati-hatian kami adalah bagaimana membuat indikator kinerjanya setara sehingga tidak menimbulkan kesenjangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kaprodi Program Studi Administrasi Publik UMS yang juga sebagai dosen Fakultas Hukum, Labib Muttaqin, menilai kebijakan jalur karier dosen dapat menjadi solusi atas tingginya beban kerja dosen yang selama ini tidak hanya menjalankan Tridharma, tetapi juga berbagai tugas administratif kampus.

“Saya sepakat dengan gagasan itu karena dapat membantu dosen lebih fokus mengembangkan potensi intelektualnya sesuai bidang yang diminati,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Sabtu (6/6/2026).

Meski demikian, Labib menilai UMS saat ini belum sepenuhnya siap menerapkan kebijakan tersebut. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah rasio jumlah dosen dan mahasiswa yang dinilai masih belum ideal.

“UMS nampaknya belum begitu siap. Karena jumlah mahasiswa masih cukup besar dibandingkan jumlah dosen yang tersedia,” jelasnya.

Labib menambahkan implementasi kebijakan tersebut memerlukan perencanaan yang matang agar distribusi dosen pada setiap jalur karier tetap proporsional dan tidak mengganggu proses pembelajaran mahasiswa.

“Idenya bagus, tetapi kuncinya ada pada implementasi. Kalau sumber daya dosennya belum mencukupi lalu dipaksakan, yang dirugikan bisa mahasiswa,” tambahnya.

Reporter : Bima Baskoro Aji

Edditor : Aulia Freyaniti Rengganis

Penulis

Also Read

3 pemikiran pada “Masih Perlu Kajian, UMS Pertimbangkan Jalur Karier Dosen  ”

Tinggalkan komentar