
UMS, Pabelan-Online.com – Perdagangan anak terjadi di Gedung Olah Raga (GOR) UMS Rabu (18/5/2016) malam. Namun, semua itu hanya sebuah drama penampilan dari Teater Ngirit Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) untuk memeriahkan Parade Teater dari Program, Studi (Prodi) Akuntansi UMS .
Salah satu pemeran dari teater Ngirit, Sinta Pripratiwi mengatakan, tema perdagangan anak diangkat untuk mengingatkan maraknya perdagangan manusia. Dia merasa miris dengan banyaknya penjualan anak yang dilandasi berbagai faktor. Pemeran Jamilah tersebut, menyarankan kepada publik bahwa pemerintah dan masyarakat harus memiliki kesadaran dan kepekaan terhadap keadaan lingkungan sosial terkait perdagangan manusia.
Dia memaparkan bahwa dirinya sangat senang memerankan Jamilah sebagai tokoh utama dalam parade teater tersebut. Pemeran Jamilah tersebut menjelaskan bahwa karakter yang di perankan olehnya cukup sulit dalam membangun rasa sedih, marah, dan tegas karena sulit membedakan antara ketiga rasa tersebut. “Menjadi seorang anak yang di perdagangkan oleh orangtuanya kepada mucikari dan akan dihukum mati tetapi ia tidak mengetahui kesalahannya,” ungkapnya saat ditemui di GOR UMS usai acara, Rabu (18/5/2016).
Penonton yang kerap di sapa Danu afata, dari Teknik Industri semester mengungkapkan pertunjukan teater yang dibawakan oleh Teater Ngirit tersebut sangat bagus dan seru. “Tetapi masih ada kekurangan pada sebagian pemeran laki-laki yang ekspresi wajahnya gugup atau kurang menjiwai, “ ungkapnya saat ditemui di GOR UMS pada akhir pementasan, Rabu (18/5/2016).
Penulis: Reporter Yoga
Editor: Ratih Kartika






