LPM Pabelan

        Pokok dan Tunasnya.

       Dalam masa perkembangan anak, ada fase dimana anak mengimitasi apa yang dilakukan oleh orang tua. Lalu lambat laun, mereka memasuki fase proyeksi, tahap kala anak mulai dapat melihat dan membayangkan apa yang akan dilakukannya. Di akhir periode perkembangan, anak akan memasuki tahap lepas landas. Tahap dimana anak akan mandiri secara jasmani dan mental, dan telah layak jika diepaskan dari pengawasan orang tua.

       Dalam kehidupan organisasi kampus, hal ini berlangsung kurang lebih sama. Para kader-kader didikan mereka juga menghadapi fase—fase layaknya perkembangan seorang anak. Mulai dari dicontohi, dibimbing, dilatih, hingga masuk dalam tahap lepas landas dan meneruskan tongkat estafet kepengurusan.

       Ketika para junior mulai beranjak dewasa dan telah menjadi matang. Sudah selayaknya jika tetek-bengek organisasi diserahkan secara total kepada para juniornya. Para senior telah merenggut kemapanan dalam kehidupan mereka masing-masing. Proses represi diri mereka dalam organisasi telah usai dan saatnya alumni tak ikut campur dalam segala corak kebijakan organisasi.

       Kendati demikian, saya masih kerap menemui alumni yang tampak terjebak dengan masa lalunya. Memadankan masa kini dengan masa lalunya. Di beberapa organisasi tingkat fakultas hingga universitas saya masih sering mendapati hal itu. Alumni-alumni tersebut seolah ingin menyatakan supremasi kepegurusannya. Merasa bahwa yang muda mesti begini dan harus begitu.

       ZtPadahal jelas yang dihadapi oleh para alumni dahulu kala dengan para junior di masa sekarang berbeda 180 derajat. Pergeseran tren dan kebiasaan masyarakat juga telah bergeser. Pun, kondisinya mereka telah berada dalam pucuk teras organisasi menjadi pengurus. Sudah sepatutnya, dalam kondisi ini alumni memberi kritik yang sewajarnya dan tak perlu menggurui berlebihan.

       Penulis adalah Muhammad Taufik. Mahasiswa Fakultas Psikologi.Memberi Ruang Ekspresi Tak Terbatas

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar