Smart Water Station yang berada di Gedung J. (31/3) Fotografer: Aqnan Syandi Syahsena

Pabelan-online.com, UMS – Sejumlah fakultas di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) telah menjalin mitra kerjasama menyediakan Smart Water Station atau alat filtrasi air minum untuk para mahasiswa. Pengadaan fasilitas tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap sampah botol plastik yang kian menumpuk, meski saat ini ketersediaannya masih terbatas karena berada dalam tahap uji coba.

Fakultas Teknik (FT) adalah salah satu fakultas yang telah menyediakan fasilitas tersebut, khususnya di Program Studi (Prodi) Teknik Sipil. Wakil Dekan (WD) II FT Wisnu Setiawan mengatakan sejumlah fakultas di UMS sedang menjalin mitra kerja sama dengan perusahaan mesin air RO (Reverse Osmosis) Bermerek Di Guagua berupa pengadaan Smart Water Station untuk higenitas air mineral.

“Itu memang dari keprihatinan kami terhadap banyaknya sampah plastik, makanya kami kerjasama untuk itu,” jelasnya, Kamis (2/4/26).

Wisnu mengatakan, mesin filtrasi air tersebut telah tersedia sekitar 3 unit untuk Fakultas Teknik (FT) yang tersebar di Gedung J, F, dan H. Penggunaan alat air minum tersebut bisa diakses dengan kartu yang ditempelkan supaya air bisa mengalir dan dipakai untuk mengisi ulang tempat air minum. 

“QR code itu hanya monitoring air yang keluar,” jelasnya.

Baca juga:

Cara Menggunakan Smart Water Station 

Mesin tersebut hanya bisa dioperasikan menggunakan kartu yang tersedia dari mitra. Untuk membuat kartu tersebut, kata Wisnu, dapat menuju ke Tata Usaha FT dan FEB karena enkripsi pada kartu berbeda dari Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).

“Saat ini mungkin hanya bisa memakai kartu dari mitra, dan masih tahap uji coba,” ujarnya.

Salsha Khadijah Soleh selaku mahasiswa prodi Bisnis DIgital membenarkan bahwa di fakultasnya memang sudah tersedia Smart Water Station di lantai 3, dan belum tersedia di lantai lain. Menurutnya, keberadaan alat tersebut bisa membantunya lebih terhidrasi dan fokus dalam mengikuti perkuliahan.

“Bagus dan menguntungkan buatku, karena biasanya males minum air putih,” katanya, Sabtu (4/4/26).

Hijriyah Khoirunnisa mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) yang baru mengetahui pengadaan fasilitas ini mengatakan bahwa alat tersebut bisa menghemat pengeluaran dan bisa meminimalisir sampah botol air mineral yang terbuang begitu saja.

“Daripada beli, mending ambil dari situ saja,” ujarnya, Sabtu (4/4/26).

Reporter: Hilmi Izza Fathurrahman

Editor: Fauziah Salma Anfihar

Penulis

  • Kuliah S-1 Ilmu Komunikasi, bergabung di LPM PABELAN sejak 2024. Gemar dengan isu politik, sosial humaniora, ekonomi, dan seni budaya. Sekarang menulis di platform medium.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar