
Pabelan-online.com , UMS – Renovasi atap Gedung C Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi dimulai pada tanggal 1 April 2026 lalu. Proyek ini dilakukan untuk mengantisipasi keamanan pasca temuan kerusakan pada struktur penyangga atap kayu yang lapuk dimakan rayap.
Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pengelolaan Sarana dan Prasarana (Sarpras) Direktorat Aset, Sarana, dan Prasarana (DASP) UMS Hasyim Asy’ari menjelaskan bahwa kondisi existing atap Gedung C saat ini sangat mengkhawatirkan. Kayu penyangga atap tersebut sudah putus dimakan rayap.
“Jadi, dilakukan renovasi untuk keamanan pengguna, baik dosen, karyawan, maupun mahasiswa,” ungkapnya saat ditemui di kantor DASP gedung Siti Walidah lantai 3, Jumat (2/4/2026).
Ia mengatakan, renovasi ini berupa struktur kayu yang akan diganti sepenuhnya menggunakan kanal C, usuk, serta reng dari baja ringan. “Diharapkan ketika hujan tidak bocor lagi dan memberikan kenyamanan bagi pengguna,” tambahnya.
Ia menyebut, proyek renovasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama lima bulan dengan kontrak resmi yang dimulai pada 1 April 2026. Meski kontrak baru berjalan di bulan April, ujarnya, pihak rekanan telah melakukan persiapan awal seperti pemasangan scaffolding atau perancah dan pembangunan barak direksi.
Hasyim menjelaskan, pengerjaan dilakukan secara bertahap agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, dimulai dari atap lantai empat hingga ke lantai tiga secara bergantian antara sisi selatan dan utara.
“Nanti kalau sudah selesai, maka kegiatan PBM (Proses Belajar Mengajar -red) yang ada di sisi utara, dipindah ke di selatan” ucapnya.
Soal akses jalan di sekitar FKIP yang sering dilalui dosen dan mahasiswa, Hasyim memastikan jalan akan tetap diupayakan terbuka. Penutupan hanya akan dilakukan jika terdapat kondisi darurat terkait keamanan jatuhan material.
Senada dengan keterangan Hasyim, salah satu tukang bangunan di lokasi mengatakan bahwa fokus utama pengerjaan memang pada penggantian genteng dan rangka.
“Ganti genteng karena sudah lapuk semua. Rangkanya juga diganti karena kayu-kayunya sudah pada lapuk, takutnya roboh,” ujar salah satu tukang yang ditemui di lokasi pembangunan, Jumat (3/4/2026).
Reporter: Fara Himatul Ahya
Editor: Fauziah Salma Anfihar






