LPM Pabelan

Foto bersama : Pemiliki Dapur Solo, Suripto saat berfoto bersama dengan jajaran panitia Masta FKIP UMS 2015 di Gor Kampus 2

Reporter : Mayaningtyas E Utami

UMS-Ikatan Mahasiwa Muhammadiyah (IMM) komisariat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), resmi membuka kegiatan Masa Ta’aruf (Masta) untuk Mahasiswa Baru (Maba) pada Selasa (18/08/2015). Acara yang diselenggarakan di Gedung Olahraga (Gor) kampus 2 tersebut, mengundang dua pembicara berkompeten dalam dunia wirausaha untuk memotivasi mahasiswa.

Dalam sambutannya, Dekan FKIP, Harun Joko Prayitno menyampaikan bahwa mahasiswa FKIP bisa menjaga nilai-nilai keislaman. Sebagai pendidik tetap bisa berlaku ramah dan sopan, serta lebih menonjolkan sikap kekeluargaan antar mahasiswa FKIP karena satu fakultas diibaratkan sebuah keluarga. Harun juga tetap berpesan untuk penyelenggaraan Masta, tidak diperkenankan memulangkan mahasiswa melampaui jam 16.00, serta mahasiswa bisa mengikuti acara dengan sebaik-baiknya dan tetap beribadah tepat waktu.

Selaku Hubungan Masyarakat (Humas) dalam kepanitiaan Masta FKIP, Reynaldy Saputra menyampaikan bahwa acara grand opening Masta secara keseluruhan berjalan lancar dan tidak ada kegaduhan. Acara yang diselenggarakan di Gor kampus 2 tersebut sudah dipersiapkan oleh panitia penyelenggara termasuk untuk pembicara yang diundang. Grand opening tersebut mengundang pembicara yang berkompeten dalam dunia wirausaha untuk mengisi diskusi kewirausahaan.

“Awalnya kami mengundang Pak Rektor, namun sehari sebelum acara beliau konfirmasi tidak bisa hadir karena ada kepentingan lain di Surabaya. Untungnya panitia sudah menyiapkan beberapa planning untuk antisipasi. Akhirnya panitia mengundang Bapak Suripto yang punya Dapur Solo dan mas Urip Fermansyah sebagai pembicara yang sudah terkenal sebagai seorang wirausaha,” terang Reynaldy ditemui usai acara, Selasa (18/08/2015).

Reynaldy yang merupakan ketua umum IMM komisariat FKIP juga menyampaikan bahwa Masta kali ini mengusung tema “Satukan Langkah, Merajut Ukuwah, Menuju Mahasiswa Berkemajuan”.  Baginya mahasiswa FKIP selain dituntut untuk mencerdaskan anak bangsa dengan menjadi seorang pengajar, namun nantinya diharapkan bisa menjadi wirausaha. “Apalagi nanti kita akan dihadapkan pada dinamika zaman yang bebas, masuk dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” tambahnya.

Editor : [PWDR]

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar