LPM Pabelan

Oleh : Kiki Eko Prasetio*

Di negeri dengan berjuta keindahan alam ini terdapat bentangan alamnya yang subur dan indah, bahkan bisa di katakan surganya  dunia. Tapi miris memang jika melihat di negeri subur ini terdapat noda yang mungkin akan membuat negeri ini terlihat jauh lebih buruk dari kenyataan. Suatu noda yang terlihat saat ini adalah bencana kabut asap yang terjadi di negeri indah  ini. Bagaimana tidak menjadi suatu noda yang kotor bagi negeri yang indah ini, negeri yang penuh dengan keindahan alam ini secara langsung di hadapkan dengan bencana kabut asap yang sudah terjadi selama kurang lebih satu bulan ini terjadi di beberapa daerah dan di antaranya di pulau Sumatra dan Kalimantan. Dan tragisnya sudah banyak orang yang menjadi korban bencana ini di Riau sudah mencapai 2064 orang terserang asma dan di Jambi sudah 31 ribu orang lebih dan masih banyak lagi korban dari daerah-daerah lain, apakah yang sebenarnya terjadi di negeri permai ini ya TUHAN? Apakah akan semakin terus bertambah korban sakit maupun meninggal, padahal mereka adalah orang yang tidak berdosa mengapa harus menjadi korban. Apa sebenarnya penyebab kabut asap tersebut?.

Ternyata kabut asap tersebut berasal dari pembakaran hutan yang akan di jadikan lahan dan mungkin juga karena musim di negeri ini saat ini adalah musim kemarau jadi api akan semakin mudah menyala selain dari ulah penebang hutan juga karena faktor terik matahari yang panas sehingga mudah membuat hutan mudah menjadi terbakar. Tapi parahnya bencana kabut asap yang terjadi juga berdampak ke NEGARA tetangga seperti : Malaisya, Singapura dan negara tetangga lainya. Dan inilah yang akan menjadi PR untuk pemerintah dalam mengatasi bencana kabut asap, karena jika di biarkan terus menerus akan semakin banyak korban yang berjatuhan, selain itu juga akan menjadi sebuah noda hitam bagi negeri ini di mata dunia internasional.

Negeri ini berjulukan paru-paru dunia, karena hutan yang masih hijau dan tumbuh dengan subur di negeri ini, tapi sekarang apa yang terjadi di negara yang berjuluk paru-paru dunia ini?. Justru negara yang berjuluk paru-paru dunia sekarang sedang sulit untuk bernafas. Bagaimana tidak, negeri ini sudah di hantam bencana kabut asap selama sebulan, dan itu disebabkan karena kurangnya kesadaran sebagian masyarakat yang masih menebang hutan dan membakar hutan. Padahal kegiatan ini selain dapat membahayakan orang banyak juga dapat membahayakan kesehatan keluarga si penebang sendiri, jika keluarga si penebang tinggal di daerah tersebut apakah bukan tidak munkin keluarga mereka juga terkena.

Karena jika kita lihat level kabut asap saat ini sudah di level darurat karena jarak pandang pengendara di riau hanya 50 meter saja dan tentu saja ini sangat mengkhawatirkan sekali selain asap yang dapat menyebabkan ISPA dan ASMA kabut asap juga dapat menyebabkan rawan  kecelakaan, dan mungkin yang tidak kalah memilukan adalah banyak sekolah di berbagai daerah yang menjadi tempat terjadinya kabut asap di liburkan, bayangkan saja jika bencana kabut asap sudah terjadi selama sebulan bahkan bisa lebih lama lagi karena belum dapat di padamkan, maka selama itu pula pendidikan di daerah itu di liburkan.

Sungguh suatu bencana yang sangat memilukan dan membuat hati nurani kita tersentuh dan membisikan suatu kalimat yang berbunyi:“JAGALAH ALAMU KARENA SESUNGGUHNYA ITU ADALAH HARTA YANG BERHARGA BAGI DIRIMU , JIKA KITA MENJAGA ALAM MAKA ALAMPUN JUGA AKAN MENJAGA KITA, TAPI SEBALIKNYA JIKA KITA MERUSAK ALAM MAKA ALAM JUGA AKAN MERUSAK KEHIDUPAN KITA”. Maka berfikirlah terlebih dahulu jika hendak melakukan sesuatu karena sesuatu yang kita lakukan mungkin dapat bermanfaat bagi diri kita atau orang banyak,tapi juga sebaliknya mungkin yang kita lakukan juga bisa menjadi bencana bagi diri kita atau juga bagi orang lain.

*Mahasiswa Fakultas Hukum Semester 1

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar