Sumber: thumbs.dreamstime.com

Pabelan-online.com, UMS – Ujian Standardized English Test Preparation (STP) yang dilaksanakan oleh Lembaga Bahasa dan Ilmu Pengetahuan Umum (LBIPU) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menuai keluhan dari sejumlah peserta setelah sesi ujian listening yang bertabrakan dengan suara azan. Gangguan tersebut berdampak pada konsentrasi mahasiswa di tengah sesi yang menuntut pendengaran penuh.

Dua mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi, Naya dan Haidar melakukan ujian listening pada hari dan waktu yang berbeda, meski begitu mereka mengalami masalah serupa, yakni sesi listening yang bertabrakan dengan suara azan.

Naya mengungkapkan saat kejadian berlangsung para peserta saling berpandangan tanpa bisa melakukan apapun. Ia juga mengungkapkan, situasi tersebut mempengaruhi hasil ujian dikarenakan ujian listening adalah ujian yang memerlukan konsentrasi tinggi dan tidak bisa diganggu oleh suara apapun.

“Agak sedikit kesal, bukan menyalahkan suara azannya tetapi karena suara azan tadi ditambah dengan speaker suara ujian listening tidak terlalu jelas,” kata Naya, Minggu (17/5/2026). 

Haidar yang mengikuti ujian di sore hari mengeluhkan hal serupa. Ujian listening yang diikuti bertabrakan dengan suara azan ashar. Ia menyarankan agar waktu ujian listening dimajukan agar tidak bentrok dan kembali terulang.

Mereka juga menyoroti kualitas pengeras suara yang digunakan tidak terlalu jelas, sehingga memperparah situasi.

“Mungkin untuk speaker-nya bisa diganti yang bagus agar listening terdengar jelas,” saran Haidar, Sabtu (16/5/2026). 

Amber—bukan nama sebenarnya, salah satu dosen UMS juga turut mengungkapkan keheranannya akan ujian yang dilaksanakan pada waktu tersebut.

“Saya sebenarnya juga ingin tahu mengapa ujian diadakan di jam tersebut,” ungkapnya, Jumat (15/5/2026). 

Pengawas ujian STP juga tidak merespon ketika kejadian tersebut berlangsung. Saat dihubungi oleh reporter Pabelan-online.com, LBIPU tidak ingin menanggapi banyak. Meski begitu, pihaknya menyatakan akan mengevaluasi pelaksanaan ujian agar lebih baik lagi. “Segala kekurangan akan dievaluasi dan ditindaklanjuti,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Jumat (15/5/2026).

Reporter: Najwa Putri Zaliyanti

Editor: Akmal Muhajir Rayadinata

Penulis

Also Read

Tinggalkan komentar