
UMS, Pabelan-Online.com – Memperingati hari jadi ke-29, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Campus adakan seminar nasional kepenulisan bertema “Goreskan Tinta Taklukan Dunia” di Auditorium Mohammad Djazman, Selasa (2/6/2016). Dalam acara tersebut, para pembicara membekali peserta dengan kiat-kiat serta motivasi untuk bisa menghasilkan tulisan yang baik.
Selaku pembicara utama, Agnes Davonar menegaskan bahwa kedisiplinan dalam menulis itu dibutuhkan untuk melatih otak, membiasakan diri untuk menulis dengan berlatih, sebagaimana seorang petenis tidak akan menjadi petenis yang handal apabila dia tidak berlatih setiap hari. Menulis adalah mengasah otak menjadikan pikiran lebih tenang. “Saya kalau nulis nggak pernah nunda-nunda, mengatur waktu saya untuk memposting di blog, entah itu bagus atau tidak, saya melatih otak saya bagaimana mengatur tema dan struktur sebuah cerita dan akhirnya terbiasa,” jelasnya, Selasa (2/6/2016).
Oktavia Herawati, yang juga merupakan salah satu pembicara yang mendapatkan beasiswa University of Exeter 2016, mengungkapkan bahwa dalam membangun semangat menulis sebagai pemula, seorang penulis harus mengetahui tujuannya sehingga menjadikannya sebagai motivasi diri untuk tetap menulis, “Hilangkan pikiran bahwa menulis berdasarkan bakat, akan tetapi ia adalah kemauan untuk membagikan kebaikan,” jelasnya, Selasa (2/6/2016).
Pembicara yang juga lolos beasiswa University of Exeter 2014, Susiati berpendapat bahwa menulis adalah penyembuh penyakit kegalauan, kegelisahan yang diderita, “Criticize in your dream”. Seorang penulis akan menghasilkan tulisan yang bagus jika banyak membaca, tidak ada tulisan yang benar-benar berbeda dengan karya orang lain. Dengan membaca seseorang mempunyai kecenderungan terhadap suatu bentuk tulisan, dan pasti mempunyai pengaruh dari orang lain, “Tidak ada yang menjadi pemula 100%,” tutupnya, Selasa (2/6/2016).
Penulis: Ummu Azka Amalina
Editor: Dziya Ulhikmah






