Cerpen
Rudi Kajituru
Siang itu begitu terik, aku duduk bersandar memejamkan mata di atas becakku. Angin yang berhembus di bawah pohon mangga tempat mangkalku memang membuat terlena, terutama
Kedai Cerita
Lalu berjalan-jalan diantara ketiadaan, menapaki yang gelap, dan terlupa. Hal yang biasa, terkadang terang untuk sesaat, namun menimbulkan hujan gerimis, tapi lebih sering deras. Lalu
Senyum Temaram
Ilustrasi: Muhammad Jabal Noor/pabelan-online.com Oleh: kulonuwun* “Assalamu’alaikum,” ucapku selaras dengan decitan pintu tua yang terbuka, kumasuki rumahku. Tubuhku sangat lelah kali ini, mungkin memanjakan
Misteri Toilet Sekolahku
Aku kini telah menjadi kakak kelas. Setelah sebelumnya aku adalah siswa kelas 10, dimana lingkunganku tentu saja hanya di daerah kelas 10. Angkatanku tidak pernah










