LPM Pabelan

UMS, pabelan-online.com – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan penyemprotan disinfektan dan sterilisasi guna meminimalisir penyebaran virus Covid-19 di area kampus. Hal tersebut mengakibatkan seluruh kegiatan offline atau tatap muka ditiadakan.

Sterilisasi kampus dengan penyemprotan desinfektan merupakan langkah yang dilakukan UMS  untuk mengantisipasi penularan Covid-19. UMS melakukan sterilisasi kampus dengan melakukan penyemprotan disinfektan pada 22-26 Juni 2021. Penyemprotan disinfektan dilakukan di beberapa lokasi kampus, salah satunya yaitu FEB.

Anton Agus Setyawan, selaku Wakil Dekan 1 FEB UMS menjelaskan, bahwa selama masa pandemi Covid-19 pihak FEB secara rutin melakukan kegiatan sterilisasi selama tiga bulan sekali. Sehubungan dengan kegiatan tersebut maka dilakukan lockdown di seluruh area kampus sebagai prosedur sterilisasi.

Kegiatan ini dimulai pada hari Selasa, 22 Juni 2021 hingga hari Sabtu, 26 Juni 2021. “Sebenarnya jika mengacu pada aturan universitas, sampai saat ini tidak diperkenankan mengadakan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan FEB berusaha mematuhi aturan tersebut,” jelasnya, Rabu (23/6/2021).

Informasi mengenai dilakukannya perkuliahan tatap muka pada semester ganjil yang akan datang nampaknya perlu dikaji ulang. Hal ini karena adanya peningkatan kasus positif Covid-19 dan juga temuan kasus Covid-19 jenis delta di Sukoharjo. Menurut Anton, berdasarkan Lembaga Jaminan Mutu (LPJ), perkuliahan akan tetap dilakukan secara dalam jaringan (daring).

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB, Ahmad Cahyo Febriansah, beranggapan bahwa kegiatan sterilisasi kampus merupakan langkah yang baik. Melalui kegiatan tersebut kampus benar-benar di sterilisasi guna mencegah penyebaran virus.

Ia berharap semua bisa kembali normal. Kasus covid segera usai serta pelayanan dan kegiatan belajar mengajar di kampus kembali normal. Walaupun ia tahu bahwa tidak mungkin untuk dilakukan pembelajaran tatap muka pada semester depan.

“Mengingat sekarang kasus lonjakan Covid-19 sedang tinggi, termasuk di Solo. Jika ingin dilaksanakan kegiatan tatap muka harus mempertimbangkan berbagai aspek, seperti aspek kesehatan dan aspek kesiapan karena hal ini membutuhkan persiapan ekstra,” ungkap Ahmad, Senin, (28/6/2021).

Muhammad Prasetya,  mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan, mengungkapkan bahwa sterilisasi merupakan langkah yang tepat untuk mencegah penyebaran Covid-19 di area kampus. Ia berharap, di bulan Agustus mendatang kampus mampu merealisasikan perkuliahan secara luar jaringan (luring).

“Menurut saya ini adalah langkah yang tepat untuk diambil mengingat adanya lonjakan penderita Covid-19 di Jawa Tengah, walaupun memang pertimbangannya sampai harus menutup kampus FEB,” ungkap Prasetya, Rabu (23/6/2021).

 

Reporter         : Rifaa Husnul Khotimah

Editor             : Munasifah Rahmawati

Also Read

Tinggalkan komentar